Tampilkan postingan dengan label DuniaCeritaBirahi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DuniaCeritaBirahi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2015

Cerita Dewasa | Ngentot Meki Tante Tetangga kos-Kosan Sebelah

Cerita Dewasa, Cerita ini bermula saat aku kuliah di Jakarta,dimana saat itu aku masi berusia 20 tahun dan sebut saja namaku Aji.aku tinggal disebuah kost-kostan yang tidak jauh dari tempatku kuliah hanya sebuah kamar dan lansung kamar mandi didalam.dimana cewek dan cowok diterima ngekost disini.karena yang tinggal rata2 para pekerja shif kadang aku jarang berjumpa dengan mereka.ada 1 cewek yang kerjanya office hour tinggal disebelah kamarku sebut saja namanya Tari yang usianya saat itu kira-kira 26 tahun dengan tinggi 165 cm dan berkulit kuning langsat mempunyai body yang sangat bagus dan dadanya lumayan besar untuk ukuran gadis Indonesia.

Seperti biasa tiap aku pulang kuliah sebelum mandi aku duduk didepan kamar hanya dengan memakai handuk dan kaos dalam,menghabiskan sebatang rokok dan menunggu mba Tari lewat pulang kerja.Dari jauh aku melihat dia berjalan kearah depan kamarku karena memang kamarnya terletak paling pojok setelah kamarku.

“Sore mba Tari,baru pulang kerja mba ?” tanyaku ramah.
“Iya Aji” jawabnya juga ramah sambil tersenyum padaku.
“koq keliatannya cape banget mba ? lagi banyak kerja ya ?”
“iya nih aku lagi dikejar deadline kerjanya banyak banget,badannya pada pegel”
“Mmmh,ntar mau beli makan bareng ga mba ?”
“Engga kayanya Aji,aku boleh nitip aja ya ?”
“Ya boleh mba.apa sih yang ga buat mba hehehee..”
Sebelum masuk kekamarnya mba Tari memberiku uang duapuluhribuan dan nitip makanan untuk nanti malam.

Sehabis mandi aku beli makanan dan lansung kekamarnya ngetok pintu.tok tok tok “Mba Tari…..”
Karena ga ada jawaban aku lansung buka pintu dan mendapati mba Tari terbaring ditempat tidur yang kepalanya masi dililitkan handuk kayanya habis mandi mungkin dia menunggu rambutnya kering tapi malah ketiduran dan kakinya masi belum dinaikin kekasur.tanpa pikir panjang aku masuk dan menutup pintu lalu meletakkan makanan yang baru kubeli. kuangkat kakinya dan kunaikan ditempat tidur.

Perlahan mba Tari membuka matanya dan tersenyum padaku
“Kamu baik banget Aji”katanya dengan nada pelan.
”Ah gapapa mba,kasian aja mba nya kecapean,kalo mba mau aku pijitin kakinya ya ?”
“Ga usah,nanti ngerepotin kamu Aji”
Aku ga dengerin omongannya,seketika aku mengambil lotion dan mulai memijit kakinya,memang saat itu dia udah memakai celana pendek longgarselutu dan baju kaos rumahan.aku mulai pijit jari-jari kaki mba Tari sampai ketumit.baru sebentar kayanya mba Tari udah ketiduran pulas banget dan ada kayanya setengah jam aku terus memijitnya sampai dia terbangun lagi.
“Aduh Aji maaf ya mba ketiduran pijitan kamu enak banget” katanya aga malu.
“hehehee iya donk,kan aku udah bersertifikat dari departemen pijit-memijit” candaku padanya.
“iihh kamu bisa aja,ada loh 30 menit aku ketiduran tapi kamu mijitin aku terus ya ?”
“iya mba biar mba bangunnya nanti seger kasian lagi banyak kerja,kalo mba mau aku pijitin betisnya sekalian ya ?”Tanya ku pada mba Tari.
“Kamu yakin gapapa ?”
“iya mba gapapa aku seneng bisa bantuin mijitin mba,lagian mba Tari juga enak mijitnya kulitnya halus banget”

Mba Tari hanya tersenyum dan lansung membalikkan badannya tengkurap sambil memeluk bantal,dan aku pun mulai memijit betisnya yang sangat indah itu.saat itu aku ga tau mba Tari memasukkan tanganya kebelakang baju meraba punggungnya sendiri,sekilas aku lihat dia kayanya membuka pengait bra nya.dan mulai tengkurap lagi.
Aku berfikir kayanya mba Tari udah ngasi lampu hijau buatku untuk memijit punggungnya dan saat itu terlintas aja dalam otak ku seandainya itu terjadi aku bisa dengan laluasa menyentuh kulitnya yang sangat terawat itu.baru aja kepikiran kayanya dalam celanaku ada yang merespon dan lansung aja seketika celanaku menjadi sempit karena siotong udah berdiri duluan.
“kamu bisa mijitin punggung sama pinggangku juga ga Aji ?”
Seketika aja aku jadi kaget dia ngomong gitu,baru aja aku menghayal malah uda dikabulkan.
“ Eh oH iya iya bisa mba Tari”jawabku gelagapan.
“Pinggangku nyeri semua duduk seharian dikantor nih”katanya lagi.
“iya mba Tari aku pijitin sekalian aku juga tau titik-titik syaraf biar bisa aku acupressure juga”
Aku duduk menyamping disebelah mba Tari.Pertama aku deg-degan juga coba menaikan baju mba Tari keatas dan aku tertegun melihat punggungnya secara lansung karena sangat putih mulus dan tanpa cacat sedikit pun.Mulai aku usap pinggangnya pelan-pelan naik keatas kepunggung dan benar aja dugaanku tadi dia udah membuka pengait bra nya.saat aku mijit punggungnya kadang dekat pangkal lengannya jariku menyentuh pinggiran payudaranya dan saat aku mau memijit pundak dan belakang lehernya mba Tari seperti tau kalo bajunya menghalangi tanganku dan seketika dia malah mambuka bajunya sambil tengkurap dan tetap memeluk bantal dan mengempitkan payudaranya yang besar itu.aku udah bener-bener ga tahan rasanya karena siotong dalam celanaku udah keras dari tadi.
Karena udah seperti ini aku memberanikan diri naik duduk diatas pantat mba Tari yang bohai seperti orang menunggang kuda Aku mulai acupressure punggung mba Tari dengan menekan kedua jempolku dititik syarafnya.tanpa aku sadari rupanya penisku tepat berada ditengah-tengah pantatnya dan menekan sangat kencang.bukanya marah mba Tari mulai memutar-mutarkan pantatnya supaya bergesekan terus dengan penisku.aku tau dia udah mulai teransang dengan mengeluarkan erangan-erangan erotis dari mulutnya.
“mmmh oohhh enak Aji terusss ditekan lagiiii”
Seketika mba Tari membalikkan badannya sehingga aku yang tadi memegang punggungnya kini malah memegang kudua payudaranya yang besar montok dan mengacung keatas.tanpa banyak omong kedua tangannya menarik kepalaku dan mencium bibirku aku pun membalasnya.kamipun berciuman .tanganku yang tadi memegang payudaranya sekarang mulai meremas-remas dan memelintir kedua putingnya.
“Aji aku mau kamu mijitin aku sampai tuntas malam ini sayang”katanya sambil membuka celana dan celana dalamnya.

“Iya mba Tariku sayang”kataku juga sambil membuka semua pakaianku.
Penisku yang dari tadi tertahan dicelana sekarang bebas berdiri dengan kerasnya.mba Tari keliatan senang dengan ukuran penisku yang lumayan besar panjang 17 cm dan diameter 4 cm.
Kami pun mulai berciuman lagi dengan posisi mba Tari masi dibawah,aku menciumnya dengan lembut tangan kiriku meremas kedua payudaranya bergantian dan kadang memelintir putingnya,tangan kananku mulai menjamah perutnya dan turun kepusar kebawah dan aku rasakan bulu halus diatas vaginanya lalu aku merasakan itilnya yang udah basah dengan lendir kewanitaanya,itilnya aku putar dan aku tekan dengan lembut.

“ooouuhhh oouuhhh ssshhhh nikmat banget sayang”desah mba Tari.
Ciumanku mulai turun menjalar kelehernya dan terus kebelahan dadanya aku mengecup putingnya yg kecil bewarna kemerahan itu lalu menghisapnya dengan rakus bergantian kiri dan kanan.seketika bulu romanya berdiri dan dia menggelinjang merasakan hisapanku diputingnya.
Setelah itu ciumanku turun kebawah lagi kepusarnya dan tanganku berusaha melebarkan kakinya selebar mungkin dan terpampanglah pemandangan indah mba Tari yang bertubuh bahenol itu sedang mengangkang pasrah dengan vagina yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus dan bibir vagina yang bewarna kemerahan.bibirku mendekat kevaginanya aku kecup itilnya dan lidahku mulai menjilati benda kecil itu aku hisap dan aku pelintir dengan mulutku.mba Tari tidak kuasa menahan nikmat yang aku berikan,badannya terus bergerak dan pantatnya terus diputar-putar,mulutnya mengoceh tidak karuan.Tangan kiriku meremas-remas payudaranya dan tangan kananku mulai memasukkan jari kedalam liang vaginanya yang terus basah,mba Tari menekan kepalaku sangat kuat kearah vaginanya dan menjepit kepalaku dengan pahanya.
“oouhhh oouuhh mmmmmhhhh eeaaahhhhh”satu desahan panjang diiringi menyemburnya cairan vaginanya mba Tari orgasme tepat dimulutku .

Sekarang mba Tari mendorong badanku berdiri disisi tempat tidur dia berjongkok menghadap kearah ku dan tangannya mulai mengelus dan meremas-remas penisku setelah itu dia mulai menjilati penisku dari pangkal hinga ujungnya.tangan kirinya membelai kedua buah zakarku dengan lembut dan yang kanan memegang batang kejantananku,saat mba Tari mulai memasukkan penisku kemulutnya terasa sangat nikmat sekali,tangannya mengocok batang penisku pelan-pelan dan mulutnya terus menghisap dan menjilati kepala penisku dengan rakus.dia coba memasukkan penisku kedalam mulutnya tapi cuma setengah karena mentok dikerongkongannya.
Saat yang dinanti datang mba Tari duduk mengangkang dipinggir tempat tidur tepat didepanku yang masi berdiri dia mengarahkan penisku kelobang vaginanya,aku mulai memasukkan kepala penisku kevaginanya pelan-pelan terasa masih sempit dan peret.saat baru kepala penisku masuk aku menariknya keluar lagi sampe 3 kali biar terbiasa,tapi mba Tari yang ga sabaran malah mengunci pantatku dengan melingkarkan kedua kakinya dipantatku dan mau penisku dimasukkan semua.mba Tari meremas kedua bahuku gemas karena seperti aku mempermainkannya,aku coba menekan lagi pelan-pelan dan penisku udah masuk setengah mba Tari mendongak keatas menahan nikmat,aku mulai menggoyangkan pantatku maju mundur dan dengan satu tekanan kuat bleess penisku masuk semua sampai kepangkalnya,saat itu juga mba Tari berteriak kecil “Ooouucchhh” dengan mata terpejam.

Dimulailah permainan kami,aku menggenjot vagina mba Tari kadang pelan dan kadang kaya orang kesetanan,aku memaju-mundurkan pantatku diiringi irama penisku yang bergesekan dengan liang kewanitaannya,cairan vaginanya yang sebelumnya keluar jadi pelicin dan menimbulkan bunyi yang sangat erotis.kami berdua bermandikan keringat memacu birahi yang udah sama-sama memuncak.mba Tari mengusap dadaku dan meraba perutku yang rata.
“Badan kamu bagus sayang,pasti stamina kamu kuat” katanya.
“Iya donk sayang,aku kan rajin nimba air tiap pagi heheee” jawabku centil.
“ooouuchhhh puasin aku sayang”
“pasti sayangku,sepuas yang kamu mau sayang”
mba Tari mencengkram bahuku kuat yang aku tau dia mau nyampe lagi dan aku lebih mempercepat ritme goyanganku.
“ooouchhh uuuhhhh ooouuchhh yeaaahhhh” erangan keluar dari mulut mba Tari disertai lagi dengan orgasme keduanya.
Aku mencabut penisku dari vagina mba Tari yang lagi-lagi udah basah sama cairan orgasmenya dan meminta dia balik badan menungging kearahku.mba Tari udah aga lemas kayanya tapi dengan senang dia menuruti kemauanku.dari belakang dengan posisi menungging aku lebih bernafsu lagi melihat tubuhnya yang sintal ditambah dengan pantatnya yang besar basah oleh keringat,lipatan vagina yang sangat sempurna menyembunyikan itil nya didalam.aku arahkan kepala penisku kevaginanya dan mulai memasukkan kepala penisku pelan-pelan.sambil memaju mundurkan pantatku aku mencengkram kuat kedua pinggang mba Tari membuat dia merintih dan mendesah membuatku semakin kencang memompa vaginanya dari belakang.
“oouuchhh ooouuchhhh mmmhhh enaakkkk sayyaaaanngggggg” katanya.

Lumayan lama dengan posisi menungging dan kayanya mba Tari udah mau keluar lagi dia mau ganti posisi dan memintaku berbaring lurus ditempat tidur dengan gaya women on top.aku menurutinya sambil berbaring dan mba Tari lansung berjongkok diatas tubuhku sambil mengarahkan kepala penisku kevaginanya dan dengan satu tekanan blessss amblaslah penisku masuk semua kevaginanya,dia naik turun menghujamkan penisku keluar masuk divaginanya,goyangannya sangat erotis dengan sekalian memutar pantatnya kepenisku.rasanya sangat nikmat penisku bagai diurut dari ujung sampe pangkalnya.
Tak lama akupun rasa udah mau keluar aku mempercepat gerakanku kevaginanya.
“Oouuucchhh mbaaa a a a akuuu ma ma mauuu kekekeluaarrr jugaaaa”kataku terbata-bata.
“iya sayang ooouuchhh aku juga mau keluarr lalalagiii ooouuuuccchhhhh”kata mba Tari.
Diiringi teriakan kita berdua aku menekan penisku sekuat-kuatnya kelobang vagina mba Tari dan croott crooott croott croottt……. Spermaku tumpah semua didalam vaginanya dan mba Tari pun sama orgasme,cairannya keluar membasahi penisku.seketika mba Tari lemas dan merebahkan tubuhnya diatas tubuhku dan aku menerimanya dalam pelukanku aku mengecup lama keningnya,tampak dia memejamkan mata dan puas sekali.

“Terimakasih banyak sayangku,aku puas banget malam ini”kataku pada mba Tari.
“Aku yang seharusnya terimakasih sayangku,kamu udah memenuhi keinginan ku minta dipijit sampai tuntas sama kamu,bukan itu aja kamu gentle banget setelah main lansung memelukku,mengecup keningku dan berterimakasih aku sangat bahagia” kata mba Tari.
“Wanita secantik mba pantas mendapatkan yang terbaik,dan aku sebagai lelaki wajib memberikannya”
“Ooohh Aji ku sayang,beruntung banget wanita yang nanti mendapatkan kamu,ga kaya cowok aku dulu main 2 menit udah KO duluan dan lansung tidur”
“Ah mba,ga perlu repot-repot mencari wanita itu,karena dia sekarang ada dalam pelukanku”
Mba Tari hanya tersenyum dan memelukku erat kita berciuman lagi sampai akhirnya tertidur.Dan saat pagi bangun kita mengulang permainan lagi.Setiap ada kesempatan kita main lagi tidak tau tempat tidak tau waktu,lagi dan lagi.
19.48 | 0 komentar

Cerita Dewasa | Cerita Sex lihat istri gua entot sama tukang pijat

Cerita Dewasa, ok cerita saya mulai....Awalnya Pada hari selasa, kebetulan gua ama istri gua cuti kerja, lalu kami berniat untuk cari makan siang. Di dekat tempat makan tersebut, ternyata ada 1 ruko pijat reflexi. Di tempat reflexi tersebut menurut penjelasan pemijatnya tidak hanya kaki saja yg di pijat tapi juga seluruh badan, dari pundak kepala, pundak sampai kaki, dan pemijat nya semua laki-laki. Kebetulan pada hari biasa masih sepi dan cuma ada 2 pemijat. Ditempat itu ada 2 bilik kamar yg hanya ditutup kain untuk yang mau dipijat semuanya dan tempat beberapa tempat duduk untuk yang mau dipijat kakinya saja . Kita berdua akhirnya masuk kesana untuk coba pijat reflexinya, tp karena gua laper banget, makanya gua suruh istri gua masuk dan gua cari makan. Sebelum pergi gua liat dulu seperti apa sih dipijatnya, istri gua yg memang hanya memakai celana pendek dan kaos tanpa lengan, memang keliatan seksi sekali. Istri gua kemudian berbaring dengan santai dan pertama2 memang dipijit telapak kaki, setelah beberapa saat memperhatikan kemudian gua pamitan untuk cari makan di keluar.

Setelah selesai makan, gua balik lagi ke tempat refleksi itu, dan gua liat tidak ada orang lagi di depan, jadi gua langsung masuk ke dalam, karena tidak mau menggangu gua hanya duduk2 di depan bilik kamar istri gua. Sekilas gua dengar suara leguhan istri gua, tp itu mungkin karena enak di pijit, tapi karena penasaran akhirnya gua coba intip di balik kain bilik kamar tsb. ternyata istri gua memang sedang menikmati pijatan sang pemijat. Pemijat tsb. mulai memijat paha istri gua yang putih, pemijat itu meminta agar istri gua tidur tengkurap mengharap tempat tidur. Lalu pemijat itu trus memijat paha istri gua, kemudian meminta dengan sopan agar celana pendek nya di buka saja, karena agak menggangu. Istri gua pertama menolak, tp karena di kasih keterangan yang menyakinkan akhirnya celana istri gua dibuka juga, tp dengan syarat ditutup selimut. Waktu gua liat istri gua buka celana, langsung jantung gua berdebar kencang, ada perasahaan suka melihat istri gua di sentuh oleh lelaki lain. Setelah ditutupi kain putih, si pemijat juga langsung mulai memijat di daerah paha, gua liat sempat menyentuh pantat nya dan daerah V nya, istri gua mungkin percaya sama si pemijat atau memang sedang menikmati, krn dia tidak protes sama sekali, dan ini membuat si pemijat trus memijat daerah paha dan sekitarnya. Melihat itu gua jadi tambah gila, sambil menggosok si adik yg memang sudah tegang berat.

Si pemijat mungkin sengaja atau tidak, membuat kain penutupnya agak terjatuh, sehingga dia bisa melihat langsung paha istri gua yang putih mulus, dengan dibungkus cd saja. Sempat si pemijat terdiam melihat pemandangan tsb. dan gau perhatikan juga ada tanda basah di cd istri gua. Tanpa sadar istri gua , mungkin juga keenakan, trus dipijat tanpa dilindungi kain, ini membuat si pemijat makin berani mencoba meijat daerah pantat dan selankangan istri gua. Akhirnya si pemijat mengambil kembali kain yg jatuh dan menutupi badan istri gua lagi, tp yg buat gua kaget, si pemijat meminta istri gua untuk membuka bajunya karena akan di pijat daerah punggung dan leher, setelah di beri penjelasan akhirnya istri gua membuka bajunya sambil masih tiduran, jadi si pemijat tidak melihat krn ditutupi kain. istri gua sekarang hanya menggunakan bh dan cd saja, ntah apa yang membuat dia berani spt itu, apa ada hipnotis ya? tp gua sangat menikmati pemandangan ini. setelah beberapa saat memijat daerah punggung, si pemijat meminta ijin untuk membuka kain krn ingin dikasih minyak punggungnya, istri gua hanya mengganguk saja, tp tanpa sadar kali, si pemijat juga membuka bra istri gua dan anehnya istri gua diam saja. Lalu si pemijat mulai menggosok punggung istri dan gua intip si pemijat juga kadang2 melihat pinggiran tete istri gua yg keliatan dan juga sempat menyentuh nya,krn bh nya sdh terlepas ke samping. Kemudian si pemijat memijit leher dengan sentuhan yang lembut, kayakya ini membuat istri gua terangsang, terdengar dari suaranya yang mendesah. Melihat situasi itu si pemijat kemudian mencoba membuka kain dan mulai memijat daera pantat adn sekitarnya dan ini membuat istri gua tambah terangsang keliatan sekali cd nya yg ada tanda basah. Kemudian si pemijat dengan sopan membuka cd istri gua tanpa ijin lagi, dan dia memulai aksinya dengan menggosok gosok daerah selangkangan istri gua. Istri gua sempat bilang jangan tapi si pemijat itu dengan lembut mengatakan tidak apa2 nikamati saja. Gua bingung kok istri gua nurut saja, ada perasaan cemburu tp masih kalah dengan rangsangan hebat melihat istri gua di sentuh oleh orang lain (apa ini kelainan ya?
Si pemijat sambil membuka celananya dengan 1 tangan krn tangan yg 1 lagi masih menggosok2 daerah clitoris di selangkangan istri gua. Terlihat kontol si pemijat sudah ngaceng berat dan ukurannya cukup besar dengan bulu2 yg tidak terlalu lebat, mungkin baru di cukur, ketika akan membuka baju nya, si pemijat mengkat pantat istri gua sedikit dan langsung menjilat nya, sehinggan dia dapat membuka bajunya. Istri gua yang di jilat meki nya langsung keliatan spt tersengat aliran listri, dan tidak berapa lama kemudian keliatan istri gua mengejang krn klimaks nya. Si pemijat tersenyum sinis, krn telah berhasil membuat istri gua klimaks. Setelah sama2 telanjang kemudian si pemijat membalikan badan istri gua, sehinggan kelihatan lah payudaranya yg indah dengan putih berwarna hitam yg sdh menegang, tp dengan masih malu2 istri gua menutupi dadanya dan bilang takut suaminya datang, dan dengan halus si pemijat bilang tidak usah takut krn gua masih sendang makan di luar. Akhirnya karena rangsangan yang hebat , istri gua membuka tangannya dan oleh si pemijat tangan istri gua di pegang ke samping kepala istri gua, sehinggan dengan leluasa si pemijat bisa melihat dada adn ketiak istri gua yang mulus dan wangi. Si pemijat mungkin penggemar ketiak karena ketiak istri gua di jilat dan di ciumi terus, sehingga istri gua kegelian dan terangsang hebat. Kemudian si pemijat mulai melepas tangan istri gua tp posisi tangannya tetap terlentang di samping kepala, lalu mulai menciumi payaudara istri gua yang masih kencang krn kami blm mempunyai anak. Istri gua keliatan sangat menikmati puting nya di isap dan di jilat. Setelah selesai menikmati payudara istri gua di mulai menjilat vagina istri gua yg sdh basah, krn mungkin sdh tidak tahan, akhirnya si pemijat ingin memasukkan kontol nya tp sebelumnya dia melap vagina istri gua, mungkin karena sdh basah dengan cairan vagina dan ludah nya. ketika mau masuk istri gua keliatan agak kaget mungkin karena agak sakit sebab kontolnya si pemijat lebih besar dari gua punya, mungkin itu yang ingin dirasakan oleh istri gua. Istri gua pernah bilang kontol gua ngak besar dan dia kurang menikmatinya, tp mau gimana lagi, krn sdh dikasih seperti ini. Si pemijat akhirnya berhasil memasukan kontolnya dan mulai menyodoknya serta tidak lupa menciumi payudara istri gua dan juga ketiaknya secara bergantian. Gua yang sdh tidak tahan akhirnya mengocok dan mengeluarkan mani gua di sapu tangan yg gua bawa. Si pemijat setelah 10 menit keliatan mau klimaks, istri gua bilang jangan di buang didalam, akhirnya si pemijat mencabut kontolnya dan membuang mani nya di badan istri gua, sampai kena ke muka istri gua. Istri gua keliatan puas sekali. Setelah istrihat sebentar gua liat mereka langsung beres2 dan si pemijat dengan mesra me lap air main di tubuh dan muka istri gua serta memakaikan bh istri gua dengan meremas remas lagi dan mencium leher istri gua dengan mesranya. karena takut gua dateng maka, mereka memberekan semuanya...

dengan rapi, gua diam diam langsung keluar, dan kemudian masuk lagi, gua liat istri gua dengan wajah cerah, sedang duduk dibangku ruang tunggu dan mengajak gua pulang.
19.42 | 0 komentar

Cerita Dewasa | Gita mahasiswi bekerja menjadi pemijat plus-plus

Cerita Dewasa, Gita memantapkan hati dan niatnya sebelum ia memasuki sebuah rumah mewah di depannya, namun ia berharap tak ada yang melihatnya memasuki tempat itu.

Sesampainya di dalam keraguan kembali muncul dihatinya,

"haruskah aku melakukan semua ini...?"

namun ia teringat akan segala kebutuhannya, ia tak punya uang lagi untuk memenuhinya.
ayahnya ditangkap polisi dengan tuduhan korupsi , seluruh harta orang tuanya disita, ibunya meninggal karena stress. Kini ia menjadi mantap, ia harus melakukan ini atau ia tak akan punya uang sepeser pun bahkan untuk membeli makanan

"cari siapa ya...?" seorang wanita setengah baya menyambutnya di depan pintu.

"anu..maaf...saya...mau cari pekerjaan..." kata gita.

"pekerjaan..?" wanita itu kelihatan heran dan sedikit curiga , " disini....?"

gita sedikit bingung harus bicara apa.

"iya..pekerjaan...sebagai..emmm.sebagai....." gita berusaha mencari kata kata yg tepat

"kamu tahu ini tempat apa....?" kata wanita itu bernada menyelidik

" ya..saya tahu...." gita mengangguk
"pernah melakukan ini sebelumnya..?" tanya wanita itu

gita menggelengkan kepala

"hmmm..kamu masih kuliah.....?"
"iya.....tapi saya...."

"butuh uang.....standar lah disini..." kata wanita itu memotong

"nama kamu siapa...?" tanya wanita itu sambil melambai memanggil seseorang
"gita...tante....."
seorang wanita muda berpakaian sangat sexy datang mendekat
"nah..gita.....kamu tahu kan apa kerjaan di panti pijat..? setiap dapat klien kamu dibayar seratus ribu, kalo mereka mau dipijat bugil ada tambahan biaya....."
panjang lebar wanita itu menjelaskan tentang upah gita selama ia bekerja ditempat itu.
setelah gita menyetujuinya ia menyuruh wanita muda tadi untuk membawa gita,
"susan, coba kamu bawa gita berkeliling "

sambil berkeliling memperlihatkan fasilitas panti pijat itu, susan juga mengingatkan jika terkadang ada klien yg permintaannya aneh aneh, bahkan sampai bondage.
mendengar cerita susan, gita kembali ragu, namun ia sudah terlanjur masuk ia bertekad akan menjalani semua ini.

gita sebenarnya gadis yg cukup cantik , meski nasibnya tak seindah wajahnya, wajahnya yg "innocence" membuat gemas banyak pria, rambut sebahu , buah dada 30B, dan pantatnya yg bulat sempurna, dengan penampilan seperti itu, bahkan gita lebih terlihat sebagai pelajar sma dibandingkan mahasiswi.

gita kemudian dibawa ke sebuah ruangan dimana telah menunggu seorang pria usia 30 tahunan.

"dia pemilik panti pijat ini....namanya oom bob" kata susan.

susan kemudian berbicara sejenak dengan bob , lalu meninggalkan gita berduaan disana.

"halo...saya bob....panggil saja oom bob...." kata bob sambil mengulurkan tangannya

"gita, oom..." jawab gita menyambut uluran tangan bob.

bob tidak segera melepaskan genggaman tangannya, ia menatap gita bagai sedang menaksir sebuah karya seni.
"ok kalau begitu..." katanya kemudian sambil melepaskan jabatan tangannya.

bob kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya, sehingga ia telanjang bulat, penisnya kelihattan cukup besar, setidaknya membuat gita agak tercekat.

"nah gita..coba urut punya oom......"kata bob.

gita perlahan mendekat dan berlutut d antara kaki oom bob, kedua tangannya menggenggam penis bob, dan dengan gerakan yang teratur ia mulai memijit penis bob, naik turun.
Bob terlihat tersenyum dan puas dengan pijitan gita,
"coba pake mulut ....." perintahnya

gita dengan patuh memasukkan penis itu ke dalam mulutnya, dan menyusuri penis tersebut maju mundur dengan bibirnya, suara geraman dan kocokan berirama mengiri semua nya.

"uughh...you are....uughhh...." bob menggeram sambil meremas rambut gita sampai acak acakan.
gita terus melakukan oral dengan santai, ia sering melakukannya dengan mantan pacarnya dulu.
sampai beberapa lama akhirnya , penis oom bob menyemburkan cairannya, oom bob menahan kepala gita agar seluruh spermanya tertelan oleh gadis itu.

"hahahah..bagus..bagus...kamu berbakat juga ternyata.......hahahaha...kamu diterima......"
kata oom bob senang.
gita masih berlutut dilantai dan tertunduk malu, kini sudah tak mungkin lagi untuk kembali.

----------------------------------------------------------------------------

Sabtu malam adalah malam pertama gita menjalani pekerjaanya sebagai massage girl.

"anak anak....pak burhan sudah datang...." kata tante mirna sambil mengantar seseorang yg wajahnya sepertinya gita kenal, pak burhan adalah salah seorang pejabat pemerintah, dan wajahnya sering muncul di televisi menyuarakan gerakan moral , sangat bertolak belakang dengan apa yg dia lakukan sekarang.

sebagai pelanggan tetap tempat itu, mata pak burhan langsung menangkap barang baru di tempat itu.
tak mempedulikan godaan para perempuan lain , ia mendekati gita.

"hai...gadis manis....kamu siapa....?" tanya pak burhan....
"ehh..gita ..ehh..oom...."jawab gita
"baru ya disini....." tanya pak burhan
"ini emang hari pertamanya dia oom..." susan yg menjawab
ditimpali dengan anggukan kepala gita.
"ooh.....bagus..ayo.....langsung ke dalam...oom udah pegel pegel nih..." kata pak burhan sambil menarik tangan gita masuk ke sebuah kamar.
gita sedikit senang dan gugup menghadapi pelanggan pertamanya.

"oom mau mandi dulu..?" tanya gita
"ga usah...langsung aja...."kata pak burhan sambil melepaskn seluruh pakaiannya, sementara gita merapikan tempat tidur dan baby oil.

"loo..kok bajunya ga dibuka..." kata pak burhan ketika melihat gita berdiri di sisi ranjang masih berpakaian lengkap.
"oom bukain ya..." kata pak burhan sambil membuka satu persatu kancing baju gita, dan melemparkan jatuh blouse gita, sambil melepas bra gita , pak burhan menyempatkan meremas sejenak buah dada gita yg menggiurkan itu, barulah ia kemudian melepas rok dan dalamn gita, sehingga gita pun kini tealnjang bulat.

pak burhan lalu berbarin telungkup di ranjang , dan gita mulai melakukan pemijatan. saat gita meratakan baby oil di punggung pak burhan dan memijat, pak burhan dengan santai mengajaknya mengobrol banyak hal, sehingga suasananya cukup cair., pak burhan tak henti henti memuji pijatan dan sentuhan gita.

kemudian pak burhan membalikkan badan, penisnya tegak tegang perkasa.
"pijat refleksinya dong ...." kata pak burhan sambil tersenyum, gita mengerti maksudnya.
giat mulai memijat mijat penis pak burhan, sementara pak burhan aktif meremas remas buah dada gita,
gita memijat, dan mengocok makin kuat saat rangsangan di buah dadanya membuatnya semakin terbang melayang.
gita kemudian menggantikan tangan dengan mulutnya, penis besar pak burhan kini memenuhi mulutnya,
dengan mulutnya ia menghisap dan bergerak naik turun menyusuri panjang penis itu.

"uagghhhh..gila....hebat kamu......" kaya pak burhan terlihat puas
gita terus mengocok, mengulum , dan menjilat penis itu sehingga membuat pak burhan semakin terbuai oleh kenikmatan.

tak butuh waktu lama sampai penis itu semakin mengang dan mengejang dan akhirnya menyemburkan seluruh isinya, gita membersihkan sisa sisa sperma dengan menjilatinya, membuat pak burhan semakin tertawa puas, ia pun memberi tip yang cukup besar.

malam pertama gita , ia harus melayani 6 orang tamu, namun hasil yg didapatkan cukup lumayan, ia tak akan menyesali keputusannya terjun ke dunia seperti ini.

---------------------------------------------------------------------------------

malam mingu berikutnya, tante mirna menyuruh gita untuk memakai seragam sma, karena ada pelanggan yg menginginkan dipijat oleh gadis sma.
dengan wajah polos gita, tak sulit bagi gita untuk menjelma menjadi gadis sma.
malam itu gita memakai kemaja putih sma ketat dengan dua kancing atasnya dibuka, dan rok abu abu pendek, dibaliknya ia tak memakai apa apa lagi.

pukul 9 malam, pelanggan itu tiba, dan langsung terpana melihat kecantikan dan kemolekan gita yang terbalut seragam sma.
pelanggan yang dimaksud ternyata adalah pak chandra, ia adalah salah seroang konglomerat papan atas indonesia, beberapa hari lalu ia baru lolos dari tuduhan korupsi , maka hari ini ia ingin merayakannya.

"halo..saya chandra.....kamu pasti gita..?"
"betul oom...."
'yukk...." pak chandra tak sabar membawa gita ke kamar.

"oom...mau mandi dulu......" tanya gita
"iya..tapi kamu lihat ya...." kata pak chandra sambil mencolek buah dada gita.

pak chandra pun mandi dengan pintu terbuka agar gita bisa melihatnya, dan ia meminta gita selagi ia mandi, gita harus melakukan rangsangan sendiri.

dan begitulah, sambil pak chandra di kamar mandi, gita mengelus ngelus pahanya sendiri sampai ke pangkal paha, menyibakan rok pendeknya, kemudian tangannya meremas remas buah dadanya sendiri sambil mengerang dan merintih..

"aahhhhh...awww,,,aauuhhh........ahhhhhhhh.... ."

ia membuka satu persatu kancing bajunya , memperlihatkan buah dadanya , meremasnya kembali dan memainkan putingnya.

"oooooh........aaaahhhhh...ooouuhhhhh......aww ww.. ....."

entah karena ia terangsang atau menjiwai , ia tak menyadari pak chandra mendekatinya, ia baru menyadari saat penis pak chandra sudah ada di depan mulutnya, tanpa membuang waktu sedetik pun , penis tersebut telah masuk ke mulut gita.
gita mulai memaju mundurkan kepalanya, memberikan sensasi kenikmatan pada penis pak chandra.
gita memainkan jurus jilatan dan hisapan mautnya , sampai akhirnya sperma pak chandra menyembur masuk ke mulutnya....

'huhuhu..bagus..bagus..." kata pak chandra

pak chandra kemudian menerkam dan menindih tubuh gita, buah dada gadis itu diremas dan disedot sedotnya bagai bayi, membuat gita mengerang dan merintih...

"oooooh....oom......pelan....oom.......ahhhhhh hh.. awhhhhh...."

pak chandra kemudian menyusuri lekuk lekuk tubuh gita dengan lidahnya, menimbulkan sensasi geli dan birahi pada gita.

"ooh....hihii..awahhh..geliii..aww.....oom.... ahhh ....oom......."

gita semakin menggelinjang tak karuan saat sapuan lidah pak chandra mencapai klitorisnya, birahinya kini sudah hampir mencapai puncaknya.

puas menjilati dan meng "obok obok" tubuh gita , pak burhan menyuruh gita untuk bersiap dlm posisi doggy style.

setelah bersiap pada posisinya, dengan lembut dan perlahan pak chandra mulai memasukan penisnya,
dan mendorongnya perlahan, namun kian lama kian cepat.
sambil menggenjot gita, tangan pak chandra tidak menganggur, buah dada gita yg menggantung ia remas remas, bebrapa kali pantat gita ia pukul sampai memerah.

"aww...oom.......uuhhhh...pe...aahh..lan...... .don g...ahhhhh..."

setiap sodokan pak chandra membuat gita semakin dekat pada orgasme, ia membenamkan wajahnya di bantal menahan suara rintihan dan erangan kenikmatan dari mulutnya.

"uughh.....gita...uughhh..kamu....hebat....ahh h... ." geram pak chandra
keduanya menggeram dan mengerang menambah erotis suasana ruangan itu, smpai akhirnya keduanya bersamaan mencapai orgasme....

"aaaaaaaahhhhhh....aahhhhhhh..." gita berteriak panjang

lengan dan lutut gita melemah membuatnya ambruk di kasur dengan tubuh pak chandra diatasnya, dengan penis masih menancap, malam itu mereka akhiri dengan mandi bersama, di kamar mandi pak chandra masih sempat menyetubuhi gita dengan posisi berdiri, membuat seluruh tenaga gita habis malam itu.

tips dari pak chandra adalah yg paling besar dari semua tips yg ia terima, hal yg layak ia terima mengngat ia harus bekerja sangat keras, untunglah tante mirna mengerti keadaanya dan menyuruh gita beristirahat dan tidak menerima tamu dulu.

------------------------------------------------------------------

pak chandra dan pak burhan menjadi langganan tetap gita disana, mereka berdua tak mau dilayani siapapun kecuali gita.
sampai pada akhirnya pak burhan ingin memiliki gita hanya untuk miliknya, ia menebus gita dari tante mirna , dan menjadikan gita sebagai simpanannya sampai sekarang.
hal itu menjadi berkah tersendiri bagi gita, kini ia tak lagi khawatir akan kehabisan uang , rumah dan mobil pun kini ia punya, meski jauh dalam hatinya ia berharap ia bisa hidup normal dan menjalani kehidupan bekeluarga seperti halnya orang lain.....hanya saja...entah kapan..........
19.37 | 0 komentar

Cerita Dewasa | Tante Amy Tetanggaku

Cerita Dewasa, Sebut saja namaku Pram, aku adalah suami dari seorang istri yang menurutku sungguh sangat sempurna. Namun begitu sebagaimana layaknya sebuah pepatah, rumput tetangga sangatlah segar, itu yang berlaku dalam kehidupanku. Walaupun pelayanan yang kuterima dari istriku sungguh tidak kurang suatu apapun, masih juga terlintas dalam anganku fantasi yang menggairahkan setiap kali Tante Amy lewat di depan rumah.

Tante Amy adalah seorang pengusaha Garment yang cukup ternama di kota Solo. Kalau tidak salah tafsir, usia Tante Amy sekitar 38 tahun, sementara suaminya adalah pemilik sebuah penginapan di Pantai Senggigi Pulau Lombok. Barangkali karena lokasi usaha pasutri ini yang berjauhan, mungkin itulah penyebab mereka sampai sekarang ini belum dikaruniani momongan. Tapi sudahlah, itu bukan urusanku, karena aku hanya berkepentingan dengan pemilik betis kaki yang berbulu halus milik Tante Amy yang selalu melintas dalam setiap fantasi seksku. Kalau menurut penilaianku betis kaki Tante Amy bak biji mentimun, sementara gumpalan buah dada, pantat maupun leher Tante Amy sangatlah sejuk kurasakan seiring dengan air liurku yang tertelan dalam kerongkonganku.

Sore.., sehabis kubersihkan Tiger 2000-ku, terlihat Tante Amy keluar dari mobil. Saat itulah sejengkal paha putih di atas lutut tertangkap oleh mataku tidak urung kelaki-lakianku berdenyut juga. Lamunanku buyar oleh panggilan istriku dari teras samping. Sesuai rencana, aku akan mengantar istriku untuk berbelanja ke pasar untuk membeli oleh-oleh yang akan dibawa pulang ke Kalimantan (perlu kujelaskan di sini, istriku berasal dari Kalimantan Selatan).

Malam terakhir sebelum keberangkatan istriku beserta putra putriku ke Kalimantan sungguh suatu malam yang menggairahkan buatku. Bagaimana tidak, setelah sekian minggu tidak pernah kulihat istriku minum ramu-ramuan anti hamil, malam ini dia kulihat sibuk di dapur mengaduk dua buah gelas jamu, satu untuknya satu untukku. Anak-anak asyik main video game di ruang keluarga di temani Ryan adikku. Kode rahasia dari kelopak mata istriku mengajakku masuk ke kamar tidur.

Setelah mengunci pintu kamar, aku duduk di kursi sambil mengupas apel, sementara istriku yang mengenakan gaun tembus pandang sedang meletakkan dua buah gelas berisi rahasia kedahsyatan permainan ranjangku di meja di dekatku. Tonjolan payudara yang amat terawat bagus itu menyembul tepat di depan mataku. Pembaca yang budiman, cita rasa hubungan seksku adalah menarinya Citra istriku mengawali kisah ranjang.

Setelah kuminum jamu, aku mendekati Citra sambil memandangi dari ujung kaki sampai ujung rambut panjang sebahunya perlahan kutelusuri. 15 menit sudah berlalu, Citra mulai melepas satu persatu pakaiannya hingga akhirnya tinggal BH dan celana dalamnya yang menutupi point penting persembahan untukku. Kudekap Citra sambil kucium mata indahnya, desahan napas terasa hangat terhembus di helaian bulu dadaku. Lidahku yang terjulur memasuki mulut Citra dan perlahan bergerak memutari langit-langit rongga mulut istriku. Balasan yang kurasakan sangatlah hangat menggetarkan bibirku.

Tangan Citra yang melingkari tubuhku bergerak melucuti bajuku. Sementara jilatan lidahku mampir mendarati leher yang putih bergelombang bak roti bolu itu. Jilatanku pindah ke belakang leher dan daun telinganya. Pelukanku memutar ke belakang diikuti belaian tanganku memutari gumpalan payudara yang semakin mengeras. Tidak urung telapak tanganku semakin gemetaran, kuremas halus payudara Citra dengan tangan kananku sementara tangan kiriku meraba dan mengusap sekujur pusaran. Citra mendesah-desah sambil memegang klitorisnya.

“Ouch.., uhh. Mas antar aku ke puncak sanggama buat sanguku pisah tiga minggu denganmu..!” permohonan Citra memang selalu begitu setiap bersetubuh.
“Janganlah terlalu banyak bicara Citraku, lebih baik kita nikmati malam ini dengan desah napasmu, karena desah napas dan erangan kepuasanmu akan membuatku mampu mengantarmu ke puncak berulang-ulang. Kau tahu kan penyakitku, semakin kau mengerang kenikmatan semakin dahsyat pacuan kuda kontolku,” jawabku.
“Aacchh.., huuhh.., hest..!” desah napas Citra keluar sambil kedua tangannya memeluk wajahku dan perlahan menuntunnya menelusuri titik-titik kenikmatan yang kata orang titik kenikmatan perempuan ada beratus-ratus tempatnya.

Memang sampai saat ini aku tidak pernah menghitung entah ada berapa sebenarnya titik itu, yang jelas menurutku tubuh perempuan itu seperti permen yang semuannya enak dirasa untuk dijilati, buktinya setiap mili tubuh istriku kujilati selalu nikmat dirasakan Citraku. Perjalanan lidahku lurus di atas vagina yang kemudian menjilat helaian bulu halus menuju Vagina. Harum semerbak aroma vagina wanita asal Kalsel hasil dari Timung (Timung adalah perawatan/pengasapan ramu-ramuan untuk tubuh wanita-wanita asal Suku Kalimantan) membuatku menarik napas dalam-dalam.

Kulumanku mendarat di bibir vagina sambil sesekali menarik lembut, membuat Citra menanggapi dengan erangan halus dan tekanan tangannya menekan kepalaku untuk semakin menelusuri kedalaman jilatan lidah mancari biji kedelai yang tersembunyi. Gigitan halus gigiku menarik lembut klitoris merah delima. Tanpa kusadari Citra mengulurkan balon jari kepadaku, jari tengah tanganku yang terbungkus dengan balon karet pelan kumasukkan ke dalam lubang vagina Citra dan menari di dalam menelusuri dinding lubang senggamanya.

“Hsstt.. uuhh.. aduduhh..!” desah napas Citra membuat kedua kakinya gemetaran, “Ayo Mas..! Sekarang..!” pintanya tidak sabar lagi.
Batang kemaluanku yang sejak tadi mengejang ditariknya menuju ring tinju persetubuhanku. Penisku memang tidak seberapa besar, namun panjangnya yang 18,3 cm ini sejak perjaka dulu kupasangi anting-anting, dan hal itu yang membuatku mampu main berulang-ulang.

Di atas ranjang Citra membuat posisi silang, posisi yang sangat dia senangi. Tanpa membuat roman tambahan, kumasukkan batang kemaluanku ke lubang vagina yang sudah siap tempur itu.
“Uuch.. aacchh.. terus genjot Mas..!” desahnya.
Tanpa mencabut penisku dari lubang, Citra membuat posisi balik, “Ii.. ii yaa begitu Mas teeruus..!”
Sekali lagi kelenturan hasil fitnest Citra membantu membalik posisi menungging tanpa kucabut batang kemaluanku yang masih menancap di liangnya.

Dengan gerakan katrol kuhujani celah pantat Citra dengan kencang.
Akhirnya, “Uuu.. uch aa.. ach e.. ee.. enakk..!” teriakan kecil Citra membuatku semakin kencang menusuk vaginanya dengan semakin dahsyat.
“Tunggu aku Cit.. kita sama-sama.. oya.. oy.. yack.. uuhh..!” desahku.
Kupeluk dari belakang tubuh yang terbalut dengan peluh, terasa nikmat sekali. Akhirnya malam ini Citra kewalahan setelah mengalami orgasme sampai lima kali hingga aku telat bangun pagi untuk jogging sambil melihat tubuh indah Tante Amy lari pagi di Minggu yang cerah ini.

Hari ini masuk hitungan ke tiga hari aku ditinggalkan oleh istriku pulang mudik, fantasi Tante Amy selalu hadir dalam kesepianku. Hingga tanpa kusadari pembantu Tante Amy mengetuk pintu depan rumahku.
“Pak Pram saya ke mari disuruh Ndoro Putri minta bantuan Pak Pram untuk memperbaiki komputer Ndoro Putri,” kata pembantu Tante Amy.
Ya.. inilah namanya ‘kuthuk marani sundhuk’ (datang seperti apa yang diinginkan).
“O ya, sebentar nanti saya susul.” kusuruh Bik Ijah pulang duluan.

“Kulo nuwun..” kekethuk pintu depan rumah Tante Amy tanpa kudengar jawaban, hanya klethak.. klethok suara langkah kaki menuju pintu yang ternyata Tante Amy sendiri yang datang.
“Silahkan masuk Dik Pram, Tante mau minta tolong komputer Tante kena Virus. Silahkan langsung saja ke ruang kerja Tante.”
Tanpa berkata-kata lagi aku masuk menuju ruang kerja Tante Amy yang menurutku seperti kamar Hotel 7 (Obat Sakit Kepalaku yang sedang puyeng ngelihat lenggak-lenggok jalan Tante Amy di depanku).

Sejujurnya kukatakan aku sudah tidak karuan membayangkan hal-hal yang menggairahkan. Sambil aku menunggu Scan Virus berjalan, kutelusuri pelosok ruangan kerja Tante Amy (sengaja kuhilangkan label Tante di depan nama Amy untuk menghibur dan membuat fantasi di benakku tentang kharisma seksualitas pemilik ruangan ini). Khayalanku buyar dengan kedatangan si pemilik ruang kerja ini. Pendek kata, sambil kerja aku di temani ngobrol oleh Tante Amy kesana kesini sampai akhirnya Tante Amy menyinggung rasa kesepiannya tanpa kehadiran anak di rumah yang megah ini.

“Dik Pram nggak tahu betapa hampa hidup ini walau terguyur dan tertimbun harta begini tanpa kebersamaan suami dan hadirnya anak. Selain Om Jhony itu nggak bisa ngasih keturunan yang dapat memberikan kehangatan keluarga. Keadaan ini membuatku butuh teman untuk menghapus kekeringanku.” cerita Tante Amy membuat kelakianku langsung bangun.

“Perkawinanku diambang kehancuran karena kerasnya mertuaku menuntut kehadiran cucu-cucu untuk mewarisi peninggalan Papanya Om Jhon. Sebenarnya jujur kukatakan Om Jhony nggak mau pisah denganku, apapun yang terjadi. Malah pernah diluar kewajarannya sebagai seorang Suami dan kepala Rumah Tangga, Om Jhony pernah memintaku untuk membuat Bayi tabung.” cerita Tante Amy tidak seratus persen kuperhatikan, karena aku lebih tertarik melihat betis biji timun Tante Ami dan pahanya tersingkap karena terangkat saat duduk di sofa.

Ternyata tanpa kusadari sebenarnya Tante Amy memancing hasratku secara tidak langsung. Walau sedikit ragu aku semakin mengarahkan pembicaraan ke arah seks. Tanpa sadar aku pindah duduk di dekat Tante Amy, dan tanpa permisi kupegang dan kuremas tangannya. Ternyata perlakuanku itu tidak mendapatkan penolakan sama sekali. Hingga akhirnya dalam posisi berdiri kudorong Tante Amy ke tembok dan kucium bibir merekah delima itu.

Dengan hasrat yang menggebu-gebu aku agak kasar dalam permainan, sehingga terbawa emosi menyerang sekujur tubuh Tante Amy yang tentunya takut ketahuan pembantu. Permainanku berhenti sejenak karena Tante Amy bergegas menutup pintu. Dan mungkin karena Tante Amy telah sekian lama kering tidak pernah disemprot air mani suaminya, dia terkesan terburu-buru. Dengan cepat dia melepas pakaiannya satu persatu hingga menyisakan BH dan celana dalamnya.

Kini aku tahu betapa indahnya rumput tetangga dan betapa dahsyatnya gairahku. Kudorong Tante Amy rebah di atas meja kerja dengan tangan kananku meremas payudaranya yang kenyal karena belum pernah melahirkan. Terasa nikmat sekali payudaranya kuremas-remas, sementara tangan kiriku melepaskan celana dalam biru lautnya. Aduh itu bulu-bulu halusnya membuatku merinding. Tidak kuingat aku siapa Amy itu siapa.., Nilam dan Ziddan (anakku) yang sedang jauh di sana, semuanya kulupakan karena aku sudah terselimuti nafsu setan duniawi. Aku semakin menggila melumat dan menjilat, meraba serta meremas pantat Tante Amy yang sekal plus mulus terawat ini.

Tante Amy menggelinjang kenikmatan merasakan pelayananku. Vagina Tante Amy ternyata masih teramat kuat mencengkeram penisku yang membuatnya terbelalak kagum plus ngeri melihat anting-anting yang kupasang di bawah ujung kepala kemaluanku. Tante Amy tidak sabar menanti nikmatnya ditusuk pistol kejantananku. Lagi-lagi Tante Amy kelewat terburu-buru menyerangku yang akhirnya aku merasa sedang diperkosanya. Anting-anting yang maha dahsyat tergantung setia selalu bertahun-tahun kupakai terasa sakit oleh hisapan dan kuluman serta gigitan giginya.

Lidah Tante Amy berputar memutari batang kemaluanku. Aku menggelinjang tidak karuan. Pikir punya pikir inilah hasil dari pikiran kotorku selama ini, ya sudah, kunikmati saja walau sakit. Mendadak Tante Amy ganas menyerangku, didorongnya aku ke sofa, dengan posisi duduk bersandar aku menerima tindihan tubuh indah Tante Amy yang posisinya membelakangiku. Kemudian dipegangnya pistol gombyokku dan diarahkan ke vaginanya. Lalu dengan ngos-ngosan Tante Amy naik turun menekanku, ini berlangsung kurang lebih 15 menit.

Kini posisi Tante Amy menghadapku. Lagi-lagi dipegang penisku dan dimasukkan ke liang vaginanya. Nah.., ini baru membuatku merasa enak karena aku dapat dengan leluasa mengulum putingnya dan mengusap-usap bulu halus betis biji timunnya. Goyang sana goyang sini, sekarang dengan kekuatanku kuangkat tubuh Tante Amy dengan posisi berdiri. Kunaik-turunkan dan kurebahkan di sofa tubuhnya. Kutaruh kaki indah ini di bahuku, kuhujani Tante Amy dengan gesekan-gesekan tajam. Dalam hal ini dia mulai merasa tidak tahan sama sekali, kakinya yang melingkar di bahuku semakin kencang menjepitku. Dia mengerang kenikmatan mencapai klimaks orgasme.

Aku merasa heran, aku merasa belum mau keluar. Sudah berbagai posisi kulakukan, belum juga keluar. Tante Amy semakin merintih kewalahan, aku tidak mau melepaskan hujanan-hujananku. Anting-anting saktiku membantu membuatku dapat main sampai empat kali Tante Amy mengalami orgasmenya.

Hingga pada suatu ketika aku merasa mendekati pelabuhan, kubiarkan batang kemaluanku tertanam dan tertimbun bulu-bulu kemaluannya yang tidak seharum punya Citra, istriku. Tanpa sadar aku terikat kenikmatan sedang main dengan istri orang. Lalu laharku muntah di dalam vagina bersamaan dengan orgasme Tante Amy untuk yang kelima kalinya. Aku lemas dengan masih membiarkan penisku yang terbenam dan tertimbun bulu vaginanya. Aku terkulai merasa hangat di atas tubuh Tante Amy yang basah oleh keringat.

Lama-lama aku sadar, aku bangun tapi kok Tante Amy tidak bergerak. Ach.., mungkin dia tertidur kenikmatan. Kutepis anganku dari pikiran yang tidak-tidak. Aduh mak, Tante Amy ternyata pingsan. Tapi melihat seonggok tubuh montok berbulu halus, gairahku tumbuh lagi. Perlahan kujilat dari ujung kaki sampai pangkal paha dengan membalik posisi pistolku menindih wajahnya. Kukulum vagina Tante Amy sampai tiba-tiba aku kelelahan dan tertidur.

Akhir cerita, perbuatanku ini berlangsung terus tanpa setahu suami Tante Amy dan Istriku. Sampai suatu hari kutahu Tante Amy sedang hamil tua yang tidak lain karena mengandung benihku, tapi herannya hubungan Tante Amy dengan suaminya tambah mesra. Kutahu juga belakangan hari mertua maupun orangtua Tante Amy sering hadir di rumah yang letaknya di depan rumahku.
18.44 | 0 komentar

Cerita Dewasa | Nikmatnya Ngentot anak kos-kost-an


Cerita Dewasa, Kisah ini bermula ketika aku mencari tempat kost di daerah sekitar kampus. Setelah sekian lama berputar-putar, akhirnya sampailah aku di suatu rumah. Lokasinya enak, sejuk dan rindang. Dalam hati aku menjadikan rumah ini sebagai kost cadangan seandainya aku tidak mendapatkan tempat kost. Setelah ngobrol dengan ibu kost tentang masalah harga, datanglah anak ibu kost yang nomor 3, namanya Mbak Desi (itu kuketahui setelah aku kost di situ). Pertama melihat Mbak Desi aku langsung bergetar, gila cantik sekali.

Sempat terselip di benakku untuk berhubungan badan dengannya tapi perasaan itu langsung kusingkirkan sebab di depanku ada ibunya, jadi aku berpura-pura manis dan tersenyum pada Mbak Desi. Setelah sekian lama, akhirnya aku kost di situ. Dan hari-hariku kusempatkan mencuri perhatian ke Mbak Desi, tiap kali kupandangi dia makin kelihatan inner beauty-nya. Begitu cantik dan tidak bosan-bosan dipandang. Dan yang membuatku semangat untuk mengejarnya adalah dia juga memberi respon atas kerlingan-kerlingan mataku dan tingkahku. Walaupun dia sudah bersuami dan mempunyai anak satu, tapi keindahan tubuhnya masih kelihatan, ini terbayang dari baju tidur yang dia kenakan tiap pagi, tipis dan tembus pandang, jadi kalau Mbak Desi berjalan aku selalu ada saja acara untuk mengikutinya entah mandi, ke belakang atau entah apa saja yang dia lakukan.

Dan sesekali kalau rumah sedang sepi, aku berjalan di belakangnya sambil mengocok batang kemaluanku yang selalu tegang bila melihat dia sambil berimajinasi berhubungan badan dengan Mbak Desi. Ini kulakukan beberapa kali, sampai suatu saat ketika aku sedang mengocok batang kemaluanku, tiba-tiba Mbak Desi berbalik dan berkata, "Entar kalau udah keluar di lap ya..." tentu saja aku jadi belingsatan, tapi aku cepat menguasai situasi, dengan berterus terang sama Mbak Desi, "Entar Mbak, tanggung nich..." dan aku pun makin mempercepat kocokanku dengan harapan aku semprotkan di perut Mbak Desi, sebab waktu itu Mbak Desi berbalik dan berhadap-hadapan denganku.

Dan tanpa di sangka Mbak Desi membungkuk dan mengulum batang kemaluanku, tentu saja aku makin terangsang oleh sentuhan-sentuhan lidah Mbak Desi, tampak Mbak Desi mengulum dengan penuh nafsu diiringi oleh sedotan-sedotan dan gigitan kecilnya, sesaat kemudian kemaluanku mulai berdenyut dan makin menegang keras. "Terus Mbak... oh.. oh.. oh... enak Mbak..." bagaikan melayang di awan kepalaku mulai berkunang-kunang, dan Mbak Desi pun sepertinya tahu situasi saat itu, dia pun mulai mengocok dengan tangannya dengan irama cepat. "Ooh.. Mbak.. Mbak.. aku mau keluar Mbak... oh.. oh.. oh... sshh.. shh.. ah..." Crott... croott... keluarlah air maniku banyak sekali membasahi bibirnya berkilat-kilat diterpa sinar lampu dapur.

Dan tanpa pikir panjang aku langsung mengulum bibirnya yang masih dipenuhi spermaku, sambil aku bergerilya di sepanjang dadanya, yang kira-kira berukuran 36. Setelah beberapa saat dia mulai mengendurkan ciumannya dan berkata, "Sekarang bukan waktunya Dik..." Kejadian di dapur itu selalu teringat olehku dan selalu menjadi imajinasiku. Hari berikutnya aku makin sering menggoda dia, tanpa sepengetahuan suaminya. Suatu saat suaminya ada keperluan keluar kota, saat itulah yang kutunggu-tunggu untuk iseng mengajaknya jalan, dengan alasan ingin diantar ke Cihampelas membeli baju. Mbak Desi pun mau, jadilah aku keluar bersama dia. Di tengah perjalanan aku ngobrol dengannya, mengorek tentang rumah tangganya terutama masalah kehidupan seksualnya.

Ternyata dia saat itu sedang suntuk di rumah dan ingin main keluar, langsung saja kusambut kesempatan itu, kuajak dia main ke daerah pegunungan di Lembang. Di sana dingin sekali, dan aku mulai memberanikan diri memegang tangan dan pahanya. Sambil menggodanya, "Mbak dingin-dingin gini enaknya apa ya..." kataku. "Ee... apa ya..." katanya. "Kita sewa hotel aja yuuk.. Mbak Desi kedinginan nich..." katanya lagi. Sebuah permintaan yang membuatku deg-degan, langsung saja kubelokkan ke sebuah hotel yang kelas Rp 50.000-an, "Gimana Mbak, udah anget belum..." tanyaku di dalam kamar. "Anget gimana? tidak ada yang memeluk kok anget..." jawab dia. "Bener nich..." kataku. Langsung saja kudekati dia dan tanpa canggung lagi aku mulai mencium bibirnya, dan dia pun membalas, ternyata dia begitu mudah terangsang oleh ciumanku yang langsung kuteruskan dengan menjilati leher disertai dengan gigitan kecil.

Aku pun mulai bergerilya dengan menelusupkan tanganku di balik kaosnya. Busyet, dia tidak memakai BH di payudara yang berukuran 36B. Aku buka kaosnya dan tampaklah sebuah gundukan 36B dengan puting yang merah kecoklatan. Begitu bersih dan putih tubuhnya, kujilati leher dan pelan-pelan turun ke dadanya. Mbak Desi pun melengus perlahan sambil mengacak-acak rambutku. Hingga sampai saat aku melingkar-lingkarkan lidahku di seputar puting susunya, dia makin keras melenguh, hal itu makin membuat nafsuku memuncak, "Iseep... Dik... iseepp... terusss... aahh..." Kusedot putingnya dan saking memuncaknya nafsuku, kugigit putingnya, dia semakin menggila mendesah-desah tak karuan. Perlahan-lahan aku memasukkan tanganku di balik celana jeansnya.

Oh, begitu lembut bulu kemaluannya disertai dengan basahnya bibir kemaluannya. Kulepas baju dan celananya sampai keadaan telanjang bulat, begitu mulus tubuhnya, sejenak kupandangi tubuhnya dengan tertegun, lalu aku gantian melepas semua baju dan celanaku hingga kami berdua telanjang bulat tanpa selembar benang pun. Kugigit-gigit kecil dan jilati perutnya perlahan-lahan sambil terus turun ke arah pangkal pahanya, terus turun sampai ke telapak kaki kiri dan kanan. Kubalikkan badannya hingga dia tengkurap, lalu dari belakang leher kujilati perlahan-lahan sambil menggigit kecil dan turun, "Ohh... Diikk... terus Dikk... oh... oh... enak Diikk..." erangan Mbak Desi disertai dengan belaian usapan telapak tangan lembutnya.

Terus turun dari punggung ke arah pantat, sampai di pantat kugigit dia saking menahan nafsuku, dia pun meregang menjerit kecil. Lalu hingga tiba di daerah selangkangannya, kulihat kemaluannya merah dan basah berkilat-kilat oleh karena lendir birahi, pelan-pelan kujilati pinggiran kemaluannya dengan gerakan melingkar di pinggir kemaluannya. Aku pun mulai membuka bibir kemaluannya dengan kedua tanganku tampaklah klitorisnya yang sudah menegang berwarna merah. Perlahan-lahan kujilat klitorisnya pelan tapi pasti sambil kugerakkan naik turun sepanjang garis kemaluannya.

Mbak Desi pun makin mengerang, menghempaskan badannya ke kiri dan ke kanan sambil sesekali menjambak rambutku disertai teriakan kecil. Beberapa saat kemudian Mbak Desi mulai mengejang dan bergetar sambil meringis menahan sesuatu, "Ahh... ahh... Dik... aku keluuaar...." sambil menggigit bibirnya. Mbak Desi bangkit lalu mambalikkan badanku hingga aku pun terhempas telentang, dia mulai mencium bibirku, leher dan tibalah di daerah paling sensitifku, di kedua putingku, aku mulai mendesah ketika Mbak Desi menjilatinya, Mbak Desi tanggap akan hal itu, dia terus menjilatinya dan karena aku tidak tahan lagi kusuruh dia menggigitnya keras-keras. Aku pun blingsatan menahan nikmat tak terkira, makin keras gigitannya makin puas kurasakan.

Di tengah kenikmatan itu tiba-tiba ada sesuatu yang merasuk dan menancap di kemaluannku, gila rasanya mau meletup dan pecah kepala ini merasakan kenikmatan itu, ternyata Mbak Desi sambil mengigit putingku dia memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya. "Bless..." batang kemaluanku yang masih kering itu pun terbenam di belahan daging hangat dan basahnya. Aku sempat menggigit dada Mbak Desi karena kenikmatan itu. Perlahan-lahan Mbak Desi menggerakkan badannya naik turun, sedangkan aku hanya terpejam diam menikmati surga dunia itu, "Aah... ah... ah... gila kau Mbak... gila kamu... ah... Mbak pintar sekali... enak Mbak... oh... terus... ah... ah..." aku mengerang kenikmatan. Mbak Desi yang terus menggoyang badannya membungkuk lalu menjilati dan menggigit putingku, satu gaya yang bisa membunuhku dengan kenikmatan, aku pasrah pada situasi. "Bunuh aku dengan tubuhmu Mbak..." kataku, Mbak Desi hanya tersenyum simpul.

Mbak Desi tetap di atasku tapi posisi punggungnya membelakangiku, aku kurang sreg lalu kusuruh dia berbalik lagi, Mbak Desi berbalik lagi dan dia menyodorkan payudaranya ke arah mulutku, aku pun mulai menghisap dan mengulum sekuatku. Tiba-tiba tubuh Mbak Desi bergetar hebat sambil meremas kedua lenganku dan kadang-kadang mencakarku, dia keluar untuk kedua kalinya. Aku berhenti sebentar, supaya kondisi kemaluannya pulih kembali sebab dia sudah mencapai puncak orgasmenya. Aku ganti di atas, perlahan-lahan kuarahkan kemaluanku ke depan bibir kemaluannya, sengaja tidak kumasukkan dulu tapi kubuat main-main dulu dengan cara kuserempetkan ujung kepala kemaluanku ke klitorisnya, dia mulai mengerang lagi. Dengan perlahan kumasukkan batang kemaluanku ke lubang kenikmatannya yang sudah basah oleh

semprotan cairan Mbak Desi. "Bluess..." batang kemaluanku dengan gagahnya maju memasuki liang surga Mbak Desi. "Ooh... Dik... enak Dik... oh... terruus... Dik... ohh... oohh..." sambil tangannya meremas kedua putingku. Aku semakin mempercepat goyangan, setelah beberapa lama keringatku pun membasahi dada Mbak Desi, butir demi butir laknat pun jatuh seiring dengan bertambahnya argo dosaku, tubuh kami berdua berkeringat hingga kami pun bermandi peluh.

Justru hal itulah yang membuatku makin bernafsu. Sambil merem melek aku menikmati hal itu, hingga perutku mulai mengeras, otot perut mulai mengencang siap untuk meledakkan sesuatu, bergetar hebat. "Oh... Mbak aku mau keluar... Mbak... oh... aku mulai keluar Mbak... Keluarin di mana Mbak... dalem ya.. oh... oh..." aku mengerang kenikmatan. "Keluarin di dalam aja Dik, Mbak juga sudah mulai keluar kok... yah... yah... terus Dik... dipercepat... ya begitu... oh... oh terus Dik..." dengan menjerit Mbak Desi terlihat pasrah. "Ooh... Mbak... sekarang... Mbak... oh... ah... ahh... sshh... ah..." "Croot.. croott.. croooooott.. crett..." kusemburkan spermaku di dalam liang kemaluan Mbak Desi, begitu banyak spermaku sampai-sampai tertumpah di sprei.
18.12 | 0 komentar

Cerita Dewasa | Pengalaman Nikmat Pesta Sex Dengan Sepupu

Cerita Dewasa, Kejadian tersebut terjadi karena seringnya aku mengintip mereka betiga saat mandi lewat celah di dinding kamar mandi. Biarpun salah satu dianatara mereka suadah berumur kepala 3 tapi kondisi tubuhnya sangat seksi dan menggairahkan payudaranya montok, besar dan belahan vaginanya woow…terlihat sangat oh…oooght nggak ku-ku bo…

Saat malam hari saat aku tidur dilantai beralaskan tikar, di ruang tamu yang gelap bersama Mbak Nindy, awalnya sich aku biasa-biasa saja tapi setelah lama seringnya aku tidur bersama Mbak Nindy maka aku akhirnya tak tahan juga. Malam-malam pertama saat dia tertidur pulas aku cuma berani mencium kening dan membelai rambutnya yang harum. Malam berikutnya aku sudah mulai berani mencium bibirnya yang seksi mungil, tanganku mulai meremas-remas buah dadanya yang padat berisi lalu memijat-mijat vaginanya yang, oh ternyata empuk bagai kue basah yang……oh…oh.., aku melihat matanya masih terpejam pertanda ia masih tertidur tapi dari mulutnya mendesah dengan suara yang tak karuan.

“Ah…..ught…..hhhhhh….hmmmm” desahan Mbak Nindy mulai terdengar.
Tanganku terus bergerilya menjamah seluruh tubuhnya.saat aku menciumi vaginanya yang masih tertutup calana, ia mulai terbangun aku takut sekali jangan-jangan ia akan berteriak atau marah-marah tapi dugaan ku meleset.
Ia malah berkata, ”Dik teruskan….. aku sudah lama mendambakan saat-saat seperti ini ayo teruskan saja……..”
Bagai mendapat angin segar aku mulai membuka t-shirt yang ia gunakan kini terpampang buah dada yang seksi masih terbungkus BH. BH-nya lalu kubuka dan aku mulai mengulum putingnya yang sudah mengeras gantian aku emut yang kiri dan kanan bergantian.

“Mbak, maafkan aku tak sanggup menahan nafsu birahiku!”
“Nggak apa-apa kok dik aku suka kok adik mau melekukan ini pada mbak karena aku belum pernah merasakan yang seperti ini” jawab Mbak Nindy.
Setelah puas kupermainkan payudarnya lalu aku mulai membuka rok bawahannya.biarpun kedaan gelap gulita aku tahu tempat memek yang menggiurkan, terus kubuka CD nya, lalu kuciumi dengan lembut.
“Cup…cup…sret…. srettttttttttt”, suara jilatan lidahku.
“Ought……ought….terus dik enak…..!!!”
Karena takut ketahuan penghuni rumah yang lain aku dengan segera mengangkan kedua kakinya lalu kumasukkan penisku yang mulai tegang kedalam vaginanya yang basah.

“Ehmm…oh…ehhhhh…. mmmmhhh”, rintih kakakku keenakan.
Setelah kira-kira setengah jam aku mulai merasakan kenikmatan yang akan segera memuncak demikian juga dengan dia.
“Crot..cret…crettttttt…. crettttttttttt”, akhirnya spermaku kukeluarkan di dalam vaginanya.
“Oh……”
Rupanya ia masih perawan itu kuketahui karena mencium bau darah segar.
“Terima kasih dik kamu telah memuaskan Mbak, Mbak sayang padamu lain kali kita sambung lagi yach?”
“Ok deh mbak”, sahutku.

Setelah selesai memakai pakaian kembali aku dan dia tidur berpelukan sampai pagi. Sebenarnya kejadian malam itu kurang leluasa karena takut penghuni rumah yang lain pada tahu,sehingga suatu ketika kejadian itu aku ulang lagi.
Masih ingat dalam ingatan hari itu minggu pagi,saat mbak Dina dan adiknya Nita bersama keuarga yang lain pergi ke supermarket yang tidak terlalu jauh dari rumah kami.Karena keadaan rumah yang sepi yang ada hanya aku dan Mbak Nindy, aku mulai menutup seluruh pintu dan jendela. Kulihat Mbak Nindy sedang menyeterika dengan diam-diam aku memeluknya dengan erat dari balakang.

“Dik jangan sekarang aku lagi nyetrika tunggu sebentar lagi yach…… sayang….!” pinta Kak Nindy.
Tapi aku yang sudah bernafsu nggak memperdulikan ocehannya, segera kumatikan setrika, kuciumi bibirnya dengan ganas.
“Hm…eght…. hmmmmm……. eght…!”

Karena masih dalam posisi berdiri sehingga tak leluasa melakukan cumbuan, aku bopong ia menuju ranjang kamar.
Kubaringkan ia di ranjang yang bersih itu lalu segera kulucuti semua pakaiannya dan pakaian ku hinggas kami berdua telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menempel. Wow……tubuh kakakku ini memang benar sempurna tinggi 165 cm berat sekitar 50 kg sungguh sangat ideal, payudaranya membusung putih bagaikan salju dengan puting merah jambu dan yang bikin dada ini bergetar dibawah pusarnya itu lho……. bukit kecil kembar ditengahnya mengalir sungai di hiasai semak-semak yang rimbun.

Kami berdua tertawa kecil karena melihat tubuh lawan jenis masing-masing itu terjadi sebab saat kami melakukan yang pertama keadaan sangat gelap gulita tanpa cahaya. Sehingga tidak bias melihat tubuh masing-masing.
Aku mulai menciumi muka tanpa ada yang terlewatkan, turun ke lehernya yang jenjang kukecupi sampai memerah lalu turun lagi ke payudaranya yang mulai mengeras, kujilati buah dada gantian kanan kiri dan kugigit kecil bagian putingnya hingga ia menggelinjang tak karuan.

Setelah puas bermain di bukit kembar tersebut aku mulai turun ke bawah pusar, ku lipat kakinya hingga terpampang jelas seonggok daging yang kenyal di tumbuhi bulu yang lebat. Lidahku mulai menyapu bagian luar lanjut ke bagian dinding dalam memek itu, biji klitorisnya ku gigit pelan sampai ia keenakan menjambak rambutku.
“Ught..ugh…hah oh….oh…..”desahan nikmat keluar dari mulut Kak Nindy.

Setelah kira-kira 15 menit aku permainkan vaginanya rasanya ada yang membanjir di vaginanya rasanya manis asin campur aduk tak karuan kusedot semua cairan itu sampai bersih, rupanya ia mulai orgasme. Mungkin saking asyiknya kami bercumbu tanpa kami sadari rupanya dari tadi ada yang memperhatikan pergumulan kami berdua, Mbak Dina dan adik suaminya, Nita sudah berdiri di pinggir pintu. Mungkin mereka pulang berdua tanpa suaminya dan kedua anaknya yang masih mampir ke rumah Pakdhenya mereka ketuk pintu tapi nggak ada sahutan lalu mereka menuju pintu daur yang lupa tak aku kunci. Aku dan Mbak Nindy kaget setengah mati, malu takut bercampur menjadi satu jangan-jangan mereka marah dan menceritakan kejadian ini pada orang lain. Tapi yang terjadi sungguh diluar dugaan kami berdua, mereka bahkan ikut nimbrung sehingga kami menjadi berempat.

“Dik main gituan kok kakak nggak di ajak sich kan kakak juga mau, sudah seminggu ini suami kakak nggak ngajak gituan”, ucap Mbak Dina.
“Ini juga baru mulai kak!” sahutku.
“Mas aku boleh nyoba seks sama Mas?” tanya Nita.
“Boleh”.
Aku dan Kak Nindy selanjutnya menyuruh mereka berdua melepas seluruh pakaiannya.
“Ck.. ck…ck……ck……”, guman ku.
Sekarang aku dikerubung 3 bidadari cantik sungguh beruntung aku ini.

Mbak Dina tubuhnya masih sangat kencang payudaranya putih agak besar kira-kira 36 B vaginanya indah sekali. Sedangkan Nita tubuhnya agak kecil tapi mulus, dadanya sudah sebesar buah apel ukuranya 34 A vaginanya kelihatan sempit baru ditumbuhi bulu yang belum begitu lebat. Pertama yang kuserang adalah Mbak Dina karena sudah lama aku membayangkan bersetubuh dengannya aku menciumi dengan rakus pentilnya kuhisap dalam-dalam agar air susunya keluar, setelah keluar kuminum sepuasnya rupanya Mbak Nindy dan Nita juga kepingin merasakan air susu itu sehingga kami bertiga berebut untuk mendapatkan air susu tersebut, sambil tangan kami berempat saling remas, pegang dan memasukam ke dalam memek satu sama lain.

Setelah puas dengan permainan itu, aku meminta agar mereka berbaring baris sehingga kini ada 6 gunung kembar yang montok berada di depanku. Aku mulai mengulum susu mereka satu per satu bergantian sampai 6, aku semakin beringas saat kusuruh mereka menungging semua, dari belakang aku menjilati memek satu persatu rasanya bagai makan biscuit Oreo di jilat terus lidahku kumasukkan ke dalam memek mereka.

Giliran mereka mengulum penisku bergantian.
“Hoh…. hoooooooooo…… hhhhhhhhhh…… ehmmmmmmmmm”, desah mereka bertiga.
Aku yang dari tadi belum orgasme semakin buas memepermainkan buah dada dan memek mereka, posisi kami sekarang sudah tak beraturan. Saling peluk cium jilat dan sebagainya pokok nya yang bikin puas, hingga mereka memberi isyarat bahwa akan sampai puncak.
“Dik aku mau keluar”
“Mas aku juga”
“Aku hampir sampai”, kata mereka bergantian.
“Jangan di buang percuma, biar aku minum!”, pintaku
“Boleh”, kata Mbak Dina.
Aku mulai memasang posisi kutempelkan mulutku ke memek mereka satu persatu lalu kuhisap dalam-dalam sampai tak tersisa, segarnya bukan main.
“Srep.., srep”.
Heran, itulah yang ada di benakku, aku belum pernah nge-sex sama mereka kok udah pada keluar, memang mungkin aku yang terlalu kuat.

Karena sudah tidak sabar aku mulai memasukkan penisku de dalam memek Mbak Nindy kugenjot naik turun pinggulku agar nikmat, sekitar 5 menit kemudian aku gantian ke Kak Dina, biarpun sudah beranak 2 tapi vaginanya masih sempit seperti perawan saja.
“Dik enak……. Uh…… oh…..terussssssss!”, desahnya.
“Emang kok Kak…….. hhhhhhh ehmm…..”
“Mas giliranku kapan..?”, rupanya Nita juga sudah tak tahan.
“Tunggu sebentar sayang.“

Sekitar 10 menit aku main sama kak Dina sekarang giliran Nita, dengan pelan aku masukkin penisku, tapi yang masuk hanya kepalanya. Mungkin ia masih perawan, baru pada tusukan yang ke 15 seluruh penisku bisa masuk ke liang vaginanya.
“Mas……. sakit….. mas…… oght…….. hhohhhhhh…….”, jerit kecil Nita.
“Nggak apa-apa nanti juga enak, Sih!”, ucapku memberi semangat agar ia senang.
“Benar Mas sekarang nikmat sekali… oh.. ought..”

Rupanya bila kutinggal ngeseks dengan Nita, kak Dina dan Kak Nindy tak ketinggalan mereka saling kulum, jilat dan saling memasukkan jari ke vaginanya masing-masing. Posisiku di bawah Nita, di atas ia memutar-mutar pinggulnya memompa naik turun sehingga buah dadanya yang masih kecil terlihat bergoyang lucu, tanganku juga tidak tinggal diam kuremas-remas putingnya dan kusedot, kugigit sampai merah.

Karena sudah berlangsung sangat lama maka aku ingin segera mencapai puncak, dalam posisi masih seperti semula Nita berjongkok di atas penisku, kusuruh Mbak Dina naik keatas perutku sambil membungkuk agar aku bisa menetek, eh…, bener juga lama-lama air susunya keluar lagi, kuminum manis sekali sampai terasa mual. Mbak Nindy yang belum dapat posisi segera kusuruh jongkok di atas mulutku sehingga vaginanya tepat di depan mulutku, dan kumainkan klitorisnya.
Ia mendesah seperti kepedasan.

“Ah……… huah…….. hm…….!”
Tanganku yang satunya kumasukkan ke memek Mbak Dina, kontolku digarap Nita, mulutku disumpal kemaluan Mbak Nindy, lengkap sudah.
Kami bermain gaya itu sekitar 30 menit sampai akhirnya aku mencapai puncak kenikmatan.
“Ought……… hmmmmmm…… cret… crot…..”
“Enak Mas…….!” desah Nita.
Spermaku ku semprotkan kedalam memek Nita dan keluarlah cipratan spermaku bercampur darah menandakan bahwa ia masih perawan. Kami berempat sekarang telah mencapai puncak hampir bersamaan, lelah dan letih yang kami rasakan.
Sebelum kami berpakaian kembali sisa-sisa sperma di penisku di jilati sampai habis oleh mereka bertiga. Setelah kejadian itu kami selalu mengulanginya lagi bila ada kesempatan baik berdua bertiga maupun berempat.

Namun sekarang kami sudah saling berjauhan sehingga untuk memuaskan nafsu birahiku aku sering jajan di kafe-kafe di kota Solo ini ataupun dengan teman-teman wanita di tempat kuliah yang akrab denganku. Tapi tak satu pun dari mereka yang menjadi pacarku. Nah, bagi teman-teman yang ingin berkenalan silakan kontak emailku. Pasti aku balas.

17.49 | 0 komentar

Cerita Dewasa | Kisah Bercinta Dengan Adik Sepupuku

Cerita Dewasa, 

Sebelum gw certain kejadiannya gw nggak usah sebutin nama yak, kan udah kliatan dr nick gw….. okey gw mulai degh…..

Kejadiannya berawal dr thn 2005, setelah 4 thn gw nggak ketemu sm adek sepupu gw krn dia tinggal di pontianak…. Umurnya lebih tua 2 thn dr gw, dia jd adek sepupu gw nyokapnya adalah adek dr bokap gw….. jd setelah 4 thn gw nggak ketemu sm dia, dia dtng kejkt untuk berobat kecantikan….. awal ketemu agak kaget jg, dia yg dulunya kecil ( kurus ) skrg udah agak montokkan, badannya yg montok, payudarahnya yg makin besar, dan pantatnya yg sexy serta kulitnya yg putih….

Pertama sih nggak ada niat sedikitpun untuk membayangkan…. Smp pada akhirnya setelah 3 hari gw sm dia jln² keliling jkt terjadilah hal ini, pertama sih Cuma colongan friendkiss tp lama² lidahnya mulai masuk kedalem mulut gw….. smua hal ini terjadi dirm nenek gw, krn gw tinggal sm nenek gw dijkt pusat sedangkan nyokap sm bokap dan adek gw tinggal dicibubur…..

Oke lah dia di jkt selama 2minggu dang w berusaha untuk nggak nyia²in kesempatan ini, perlahan tp pasti pertama² gw mulai raba² payudarahnya hari berikutnya gw coba ngeraba vaginanya tp dia nolak… gw jd tau skrg batesannya…. Gw bercumbu hebat walaupun blm sampe tahap ml….. gw maklum akan hal ini, tp kisah ini masih berlanjut di thn 2007 kmrn dia ke jkt sm adeknya bwt jln²…. Seperti biasa di hari pertama kita ngelakuin kyk biasanya…..

Sampe pada akhirnya gw beraniin diri bwt nyoba ngeraba vaginannya lg, tp sekrang dia diem aja malah dia ngeraba penis gw……aksipun gw lanjutin, gw cumbu dia sampe dia terangsang….. akhirnya gw ajak dia kekamar gw, dia nurut aja begitu smp dikamar gw pancing lg birahinya dia meluk gw dgn erat…….

Sampe pd akhirnya gw ber2 nggak sadar gw ber2 udah nggak mengunakan sehelai benangpun ditubuh ini, gw gendong dia kekasur gw…. Gw remas² payudarahnya yg berukuran 36b itu, gw pindahin arah ciuman gw kearah putingnya…. Gw jilat, gw gigit² sambil dia megerang ke enakan….. gw maini jari telunjuk gw di dpn bibir vaginannya, dia pun kembali megerang sambil medesah “ enak mas…..“ gw masukin jari gw kedalem vaginannya dia pun kembali mendesah “ akh….. akh…..” gw mulai merasakan vaginanya yg mulai basah……

Kinipun dia nggak mau kalah dibaliknya badan gw….. di cium bibir gw lalu beranjak keleher, dan kedada….. diapun muali nakal dijilatnya penis gw kyk jilatin es cream, perlahan tp pasti….. lalu mulai lah dia mengulum penis gw….. gentian gw yg mendesah “ ugh….. enak dek….. “ dimainkannya penis gw didalem mulutnya…..

Akhirnya gw merasa udah nggak tahan gw balikin badannya lg, gw coba pancing birahinnya lagi dan ternyata berhasil dia mengerang kenakan…. Sambil mendesah dia blg “ ayo mas masukin aku dah nggak tahan….” Akhirnya gw coba masukin penis gw kedalam vaginanya…. Masih terasa peret, gw masukin perlahan sambil gw tarik ulur penis gw…..

setelah beberapa kali tarik ulur gw masukin dgn sekali hentakan, dia mendesah “ akh….. “ gw diemin beberapa saat penis gw ada didlm vaginnya, baru lah gw maenin….. sblmnya nggak akan terbayang klo hal ini akan terjadi….. gw nikmatin ml mini ber2, gw abis ml mini dgn 5 ronde….. setelah selesai dia pun blg “ bsk lagi ya mas” gw jawab “ iya….. oia makasih ya dek….” Dia pun menjawab “ iya mas gpp, yg penting kita ber2 seneng “ jd lah selama dia dijkt ini selama 3 minggu selalu kita habiskan ml mini bwt bercinta…..

Memang ada sedikit rasa penyesalan knp ini bs terjadi?? Tp apa mau dikata nasi sdh menjadi bubur…..
17.44 | 0 komentar

Cerita Dewasa | Musibah yang Berbuah menjadi perseingkuhan

Cerita Dewasa, Ada sepasang suami istri muda dari keluarga
mapan yang tinggal dikota Solo. Sang suami bernama Rio, berusia 26 tahun, seorang insiyur dan bekerja pada sebuah perusahaan jasa konstruksi. Cukup ganteng dan pengertian. Istrinya bernama Ratna Widyaningrum, usia 23 tahun juga seorang sarjana ekonomi , kerja di sebuah perusahaan jasa keuangan. Tingginya 163 cm berat 49 kg, kulit putih bersih dan ukuran bra34b, selalu berpakaian modis kekantor. Mereka belum memiliki anak karena baru menikah 1tahun ini.

Di sela-sela kesibukan bekerja mereka untuk menghilangkan kejenuhan, mereka biasa menghabiskan akhir pekan dengan makan2 di sebuah resto yang terkenal. Kadang juga berlibur dan menginap menyewa villa di Tawangmangu. Itu dilakukan pasangan ini untuk lebih mendekatkan mereka yang sibuk setiap hari dan sekadar refresing bagi mereka.

Saat itu mereka baru saja pulang makan malam, mencoba masakan sebuah resto yang di rekomendasikan oleh temannya Rio. Memang masakannya sangat khas dengan lauk pauk yang di sajikan dalam suasana pedesaan. Sabgat natural sekali. Mereka pun makan sangat lahap. Suasananya sangat romantis sekali bagi Rio dan Ratna. Tak terasa kantuk datang menjemput.

“Ayoo mas……..kita pulang, udah ngantuk nih………..”ujar Ratna menguap.
“Iya nih, beginilah klo makan enak sekali…….ngantukkk……..”tambah Rio seraya bangkit.
“Ayo……….”ajak Rio mengulurkan tangannya, mengajak sang istri untuk bangkit.

Ratna menggamit tangan suaminya sebagai pegangan, bangkit dalam tarikan lengan suaminya. Ups..! Hampir saja ia terjatuh seandainya Rio tak langsung menangkap pinggang sang istri. Tergelak mereka melangkah berbarengan menuju kasir.

Setelah membayar, mereka melangkah berpelukan. Rio menggamit pinggang sang istri diiringi tatapan orang dekira mereka. Betapa tidak sang lelaki ganteng beriringan dengan wanita cantik langsing berkulit bersih. Melangkah menuju mobil mereka yang di parker di pojokan. Rio membukan pintu untuk sang istri, dan menutupkannya setelah Ratna duduk di dalamnya. Melangkah mengitari mobil menuju pintu yang satunya.

Setelah mundur dan berputar mobil tersebut beranjak meninggalkan resto tersebut diiringi lambaian petugas parkir yang memandunya. Meluncur di jalanan kota Solo dalam kecepatan sedang. Tiba-tiba….

Ban mobil berdecit setelah terjadi benturan keras. Rio masih sempat menginjak rem. Dan mobil yang mereka kendarai berhenti dengan seketika. Tergopoh-gopoh pasangan muda itu keluar dari mobilnya, Kaget bercampur aduk dengan miris melihat sebuah sepeda motor telah berada di kolong mobil mereka.

“Adduhh…………………………..!”terdengar keluhan lirih dari seseorang.

Bergegas mereka berdua menuju arah suara. Terliaht seorang lelaki tengah terduduk di pinggir jalan sambil memegang lututnya, memandang dengan marah kearah mereka.

“Ma..maaf…pak, saya tidak melihat bapak tadi……, ujar Rio.
“Bapak apanya yang luka…..?”timpal Ratna.
“Ga usah saya bisa berdiri sendiri…………………..!seru orang tersebut dengan gusar.

Terlihatt orang tersebut berseragam aparat. Polisi tepatnya. Dia bangkit dan melangkah ke hadapan Rio. Memaki-maki Rio dengan kata – kata yang kasar. Rio tidak melayaninya setelah tau berhadapan dengan siapa. Ia lebih memilih diam dan rela di persalahkan. Orang yang belakangan di ketahuinya bernama Sutiran dengan pangkat Briptu memintanya semua urusan di selesaikan malam itu juga. Tetapi mengingat malam telah larut Ria meminta diselesaikan besok hari saja dan dengan terpaksa menyerahkan surat-surat kendarannya sebagai jaminan.

“Ok…besok saya tunggu anda di rumah, jangan sampai terlambat…..”ucap sang aparat tegas.
“Baik..,baik pak besok saya akan ke rumah kita akan tanggung kerusakan sepeda motor bapak, bapak jangan kawatir..”ujar Rio.
“ Ya sudah…., jam 10 pagi ya jangan lupa……”ulang Sutiran kembali mengingatkan.

*********

Di temani Ratna sang istri. Mengenakan blose berleher rendah menonjolkan kemulusan kulitnya di padankan dengan jeans ¾ menambah anggun penampilannya. Berkali kali Sutiran melirik ke arah Ratna yang tersenyum manis, mengagumi penampilan wanita cantik yang datang ke rumah kontrakannya di pinggir kota Tepat seperti janjinya, Rio telah berada di rumah Briptu Sutiran Lebih jelas sekarang usianya berkisar 50-tahunan. Berbadan tegap, berkulit gelap dengan penampilan yang garang.

‘Sebentar lagi ia akan pensiun’ batin Rio.

Setelah berbincang-bincang dan saling berargumentasi akhirnya di sepakatiu bahwa Rio akan mengganti sepeda motor sang aparat dengan jenis dan tahun yang sama. Setelah memberikan cek senilai yang disepakati pasangan muda tersebut itupun pamit di antar Briptu Sutiran menuju mobil mereka yang di parkir d ujung jalan.

“Kalau ada masalah jangan segan-segan menghubungi saya pak…….”ujar Briptu Sutiran melambai saat mobil yang di kendarai pasangan muda itu beranjak pergi.

Pasangan muda itu tak mengerti, bahwa sebenarnya keramahan Briptu tersebut hanya basa basi. Mereka tak mengetahui bahwa Briptu Sutiran mempunyai latar belakang yang tidak bagus. Baik sebagai polisi ataupun anggota masyarakat. Ia dikenal sebagai polisi yang sering turun pangkat karena indisipliner dan membuat malu kesatuannya. Seperti mabuk, judi dan juga suka merusak rumah tangga orang lain.Maka diusianya yang hampir pensiun keluarganya hancur akibat ulahnya. Dan iapun duda cerai…

Dan kehidupan pasangan muda itupun mengalir seperti biasanya hingga…

Suatu ketika sepulangnya dari kantor setelah mengalami lembur yang melelahkan, Ratna melangkah menuju parkiran mobilnya, tergesa gesa ia karena suasana telah sepi dan Satpampun telah berada di balik mejanya.

‘Pasti mereka tidur’ pikir Ratna kesal.

Sambil berjalan ia mencari-cari kunci mobil yang berada dalam tasnya. Ia berjalan sambil menunduk, matanya mancari-cari kunci yang tiba-tiba saja menjadi sulit di ketemukan. Begitu ketemu ia telah berada di samping pintu mobilnya. Dengan tergesa-gesa ia masukkan kunci tersebut ke lubangnya….

Tiba-tiba sebuah tangan telah menutup mulutnya diiringi bentakan.

“Serahkan benda berharga ibu kalu mau selamat…….!”Ancam pelaku yang membungkam mulutnya.

Ratna kaget dan ketakutan, tetapi syukurlah akal sehatnya masih berjalan normal. Demi keselamatan dirinya dengan cepat ia meloloskan perhisannya, jam tangannya dan langsung menyerahkan ke tangan pelaku tersebut.

“Hapenya juga…………..!” ucap si pelaku yang menggunakan penutup muka tersebut. Dan dengan berat hati Hp tersebut pun pindah tangan. Dan dengan cepat mereka kabur di telan kegelapan malam. Tinggallah Ratna terduduk diatas aspal sesengukkan. Setelah merasa tenang ia pun membuka pintu mobilnya, menstarter dan beranjak pergi. Di dalam mobil Ratna bersyukur dirinya selamat. Mobilpun bergerak da;am kecepatan sedang. Sesaat di sebelah kiri diliriknya terbaca tulisan yang menyatakan tempat tersebut adalah sebuah kantor polisi. Reflek ia mengarahkan mobilnya ke bangunan tersebut. Dan dengan tergesa-gesa ia melangkah masuk.

Terlihat 2 orang petugas jaga sedang menonton TV,…

“Malam pak,……”sapa Ratna
“Selamat malam bu….., ada yang bisa kami bantu…..?”sahut mereka ramah.
“Begini pak…………”ucap Ratna kembali. Menerangkan bahwa ia telah mengalami penodongan di parkiran kantornya. Di ceritakannya semua sedetil-detilnya. Baik bagaimana kejadiannya dan ciri-ciri penodongnya dan kehilangan apa saja.

“Eh…bu Ratna ada apa kemari…..?”terdengar suara berat yang pernah dikenalnya. Ratna memalingkan mukanya ke arah datangnya suara. Terkejut bercampur girang ia melihat siapa yang menghampirinya. Briptu Sutiran melangkah mendekati mereka. Dia menanyakan apa yang telah terjadi dan kedua orang petugas yang melayani Ratna menceritakan laporan wanita muda tersebut.

“Begini saja bu…, ini laporan telah kami buat sesuai dengan penuturan ibu, sekarang silakan di tanda tangani dan nanti akan kami kabari begitu ada perkembangan…”ujar Briptu Sutiran.
“Sekarang lebih baik ibu pulang, kasihan suami ibu mungkin telah gelisah menunggu kepulangan ibu” tambah Briptu Sutiran simpatik.

“Baik pak,tapi tolong ya pak, Hape itu sangat saya butuhkan….”tutur Ratna memelas.
“Akan kami usahakan secepatnya bu………………………..”ucap Briptu Sutiran.

Dan mobil Ratna punmeluncur kembali di jalanan kota Solo. Tak lama kemudian ia pun sampai di rumah. Rio langsung menghampirinya dengan wajah kesal. Telah berkali-kali ia menghubungi Hp Ratna tak pernah diangkat. Begitu Ratna menceritakan kejadiannya, wajah Rio berubah kaget, Dipeluknya istrinya, dalam penyesalan tak dapat mendampingi sang istri pada situasi yangberbahaya itu. Tak lupa Ratna juga menceritakan bahwa Briptu Sutiran akan membantunya. Rio pun akhirnya bersimpati pada polisi tersebut.

*****************

Seminggu kemudian….

Dering telepon kantornya mengejutkan Ratna yang tengah terpuruk dalam angka-angka.

“Ya….”jawab Ratna pendek.
“Ada Briptu Sutiran dari kepolisaian hendak bicara dengan ibu…..”terang suara renyah operator

Ratna langsung teringat kejadian seminggu yang lalu, teringat pada kejadian yang hamper saja membahayakan dirinya. Teringat pada laporan yang telah dibuatnya di kepolisian.

“Ya sambungkan……..”ucapnya cepat.
“Bu saya Briptu Sutiran dari kepolisian, hendak menyampaikan kabar….”terdengar suara ramah polisi yang sangat di kenalnya itu.
“Bagaimana pak Sutiran………?”Tanya Ratna tak sabar.
“Begini bu, penodongnya telah tertangkap, tetapi beberapa barang ibu tak dapat kami ketemukan, silakan ibu mampir ke kantor siang ini, saya tunggu…”tutur polisi itu dengan tutur teratur.
“Baik pak, jam 12 siang ini saya ke datang ke kantor…..” ucap Ratna terburu-buru.
“Terima kasih sebelumnya pak……….”tambah Ratna tak lupa.

Pas jam 12 saiang itu Ratna telah berada di kantor polisi sebagaimana disebutkan oleh Briptu Sutiran. Duduk menghadap meja Briptu Sutiran.

“Selamat siang bu Ratna……..”sapa sosok yang keluar dari ruangan sebelahnya memegang sebuah bungkusan.
“Selamat siang pak Sutiran….”sahut Ratna tersenyum. Menmpakkan barisan teratur gigi putihnya. Memang siang itu Ratna mengenakan blouse ketat, menonjolkan kewanitaanya denga bahann yang tipis menerawangkan bra krem yang dikenakannya, di padankan dengan rok selutut dengan belahan yang cukup tinggi, menonjolkan keputihan batang pahanya. Tak luput paha tersebut menjadi persinggahan mata nakal sang petugas.

“Betul ini barang milik ibu………?”Tanya Briptu Sutiran menyerahkan bungkusan tersebut ke hadapan Ratna. Denagan cepat Ratna membuka bungkusan tersebut, matanya terbelalak dengan senyum girang.

“Betul pak..! Ini betul Hp saya………………”ucapnya kegirangan.
“Terimakasih pak……, tapi……………….”ucapnya terputus.
“Perhiasan ibu tak dapat kami ketemukan, menurut pelaku penodongan tersebut perhisaan itu telah dijualnya pada seseorang…, mohon maaf bu hanya ini yang bisa kami bantu…” tuturnya menerangkan.
“Ga apa-apa pak…., biarkan saja, hp ini yang terpenting….”sahut Ratna menarik napas lega.
“Sekali lagi terimakasih pak Sutiran…….”ujarnya pelan, mengemasi hp tersebut.
“Oh ya…., ini sekedar pengganti bensin……..”ujar Ratna mengansurkan lipatan 2 lembar uang ratusan ribu.
“Jangan, jangan bu………….ini sudah menjadi kewajiban kami..”Ucap Briptu Sutiran mendorongkan tangan Ratna.
“Bagaimana ini….saya bingung membalas pertolongan bapak….”sambil berkata Ratna memasukkan kembali uang tersebut kedalam tas tangannya.
“Ga usah bu….., sudah menjadi pekerjaan kami hal begini….”terang Briptu Sutiran tegas.
“Atau beginilah pak, sekedar tanda terimakasih saya, jangan bapak menolak permintaan saya kali ini. Saya yakin bapak belum makan siang begitupun saya, maka saya mengajak bapak untuk menemani saya makan siang.., bagaimana setuju…?ucap Ratna tak kehilangan akal.
“Kalau itu boleh bu…….”sahut Briptu Sutiran tersenyum.
“Kita berangkat sekarang……..?Tanya Ratna.
“Begini saja, ibu keluar terlebih dulu, tuinggu saya di parkiran, saya kan selesaikan dulu urusan administrative barang-barang ibu….”tuturnya kembali.
“Ok, saya tunggu bapak di mobil…….”ujar Ratna melangkah ke luar dari ruangan tersebut diiring tatapan mata beberapa petugas mengiringi langkahnya yang teratur,

Tak makan waktu lama, Briptu Sutiran dan Ratna telah berada di sebuah fastfood. Bersama mereka makan siang. Percakapan mereka mengalir mencairkan kekakuan yang terikat oleh sikap kerja mereka. Beberapa kali Ratna tertawa oleh lelucon yang disampaikan oleh sang petugas itu. Tak terasa waktu harus memisahkan mereka kembali pada kesibukan rutinitas biasanya. Ratna pun tak keberatan saat Sutiran meminta nomer hpnya dan berjanji akan kembali menelepon. saat ia mengantarkan Briptu Sutiran kembali ke kantornya.. Simpatinya telah tumbuh, merasakan sosok Sutiran bagai seorang kakak yang tak pernah dimilikinya karena ia adalah anak tunggal.

Mulai saat itu rtana sering di telepon olehSutiran. Baik saat di kantor ataupun ketiika di rumah saat suaminya tak ada. Pembicaraan mereka makin hangat. Tak jarang Ratna menceritakan keadaannya dan tuntutan keluarga suaminya yang menginginkan ia segera hamil. Dan Sutiran pun memberikan beberapa petuah-petuah yang sangat masuk ke dalam hati Ratna.

Ratna seolah – olah menemukan siraman kesejukan dari seorang kakak. Tak segan- segan ia menceritakan mertuanya yang sungguh menuntut kehadiaran seorang anak dari rahimnya. Tak ketinggalan pemeriksaan oleh dokter yang menyatakan mereka berdua tidak mempunyai masalah dalam reproduksi mereka. Sutiran hanya menyarankan bersabar.

Suatu siang Ratna menelepon..

“Mas Sutiran, sore ini aku mau ke rumah…,ada yang akan aku ceritakan..”terdengar suara kesal Ratna. Panggilan ‘mas’ telah terbiasa di ucapkan Ratna terhadap ‘kakak’ nya itu.
“Ya Sudah…..nanti kutunggu………….”sahut Sutiran bernada lembut.

Tak sabar Ratna melewatkan jam demi jam berlalu. Ingin ia cepat-cepat melepaskan kesal hatinya, menceritakan ganjalan hatinya saat itu. Dan begitu jam menunjukkan pukul 4 sore, setengah berlari ia menuju parkiran, menstarter mobilnya dan meluncur cepat di kemacetan jalanan kota Solo sore itu.

Sejam kemudian mobilnya telah sampai pada ujung jalan di mana titik terakhir mobil bisa masuk. Melangkah dengan tergesa menuju rumah kontakan Sutiran. Sutiran telah berdiri di depan pintu hanya mengenakan singlet dan sehelai sarung, pakaian santai kegemarannya.

“Ada apa lagi………?”Tanya Sutiran memandang keheranan pada tubuh sintal yang melangkah masuk dan menghempaskan diri di sofa di tengah ruangan tersebut.
“IItu..Mas Rio, kemarin ia juga menyalahkan aku kenapa ga hamil-hamil….!ucapnya bersungut-sungut. Diterangkannya Rio suaminya yang tengah keluar kota berbicara di telepon mengenai ketidak hamilannya.

“Mungkin ia lagi stress oleh beban pekerjaan kantor…”Ujar Sutiran menenangkan.
“tapi tak biasanya ia begitu, selama ini dia tak pernah menyalahkan aku….” Ujar Ratna tetap ngotot tetapi dengan suara yang makin me lembut.
“Sudah kamu cuci muka dulu sana, biar segar bariu teruskan……”perintah Sutiran

Dengan bersungut-sungut Ratna menurut dan melangkah menuju kamar mandi yang ditunjukkan Sutiran. Setiap gerakan langkah Ratna tak luput dari tatapan sudut mata Sutiran. Kini ia sadar wanita muda itu memiliki tubuh yang bagus dengan kulit yang bersih, sangat proporsional sekali. Gairah kelelakiannya yang bangkit. Pikiran kotornya mulai bekerja.

Ratna keluar dari kamar mandi sambil tersenyum. Kedua lengannya menyisir rambutnya yang lebat, memperlihatkan leher putihnya berkilau bak pualam di timpa cahaya senja. Kembali duduk, kini mereka duduk bersisian. Kembali mereka bercakap-cakap dalam suasana hangat. Ratna telah melupakan persoalannya denga suaminya Rio. Tertawa-tawa ia mendengar gurauan Sutiran.

“Tak usahlah di dengar perkataan Rio itu…, anggap saja tak pernah ada…”ujar Sutiran perlahan.
“Sayangkan, cantik-cantik begini cepat menjadi keriput oleh pikiran mengenai hal-hal itu….”tambahnya.
“Kamu masih muda, kalau Rio sudah tak suka lagi masih banyak lelaki ganteng bisa kamu dapatkan….”suara itu terdengar lembut merasuk hati Ratna.

Usapan tangan Sutiran pada rambutnya ikut menambah pengaruh atas perkataannya. Tangan Sutiran turun, menggapai dagu Ratna. Mengangkatnya sehingga mereka bertatapan

“Bersenang-senang sedikit kan tak salah…………..”senyum Sutiran.

Ratna terpukau oleh kata-kata Sutiran barusan. Meresapi dan menyelami maknanya. Tiba-tiba tergagap ia saat bibirnya telah di kecup dan di cium oleh Sutiran. Pikirannya kembali tak memahami artinya. Tetapi ia dapat menerka ujungnya.

“Kok mas jadi begini………….?”tanyanya heran bercampur bingung.
“Tak usah ditanyakan,………..”tukas Sutiran.
“Bukan begini,…..inii ga boleh mas…..”sahut Ratna mendorong Sutiran yang terus maju.
“Mmhh………………………….”ucapannya terputus oleh lumatan bibir Sutiran yang merangsek terus maju.

Tindakan Ratna mendorong tersebut bukannya menyebabkan Sutiran terdorong, malah menbuat dirinya sendiri terdorong rebah di sofa. Tubuh Sutiran ikut rebah menindih tubuh sintalnya.

Ratna mengerakkan kepalanya kekiri dan ke kanan menghindari bibir Sutiran yang merangsek maju. Kakinya menendang-nendang yang malah menyibakkan roknya tersingkap lebih ke atas. Sutiran makin kerasukan. Ditariknya blouse Ratna dalam sebuah sentakan, memutus seluruh kancingnya, memampangkan kemulusan kulit tubuhnya di depan mata Sutiran. Dengan sebuah sentakan kembali kait pengingat bra penutup payudaranya putus, menggetarkan bulatan padat kembar itu ke udara.

“Ja….jangan …mas ouh…………..”pinta Ratna. Ucapannya tenggelam dalam lumatan bibr Sutiran pada puncak Buah dadanya. Dengan ahli di kulum dan di lumatnya. Ratna tak kuasa berteriak, bibirnya kelu oleh rasa geli yang tidak biasanya. Lidah Sutiran bermain pada puncak dadanya dengan tekun. Tangan kiri Sutiran turu dan menemukan batang paha yang mulus, mengelus dan merabanya dengan perlahan dari lutut menuju ke atas. Berhenti pada karet celana dalam satin yang di kenakan Ratna. Menggenggam karet tersebut, menyentakkannya dengan kuat. Putuslah sudah pelindumg terakhir yang dikenakabn Ratna. Tubuh bagian atasnya telah telanjang, roknya teleh tersingkap ke pinggang sedangkan celana dalamnya pun bernasib serupa meninggalkan pemiliknya dalam ketelanjangan.

Kedua tangan Ratna yang tadi mencengkram bahu Sutiran, kini telah menggerumasi rambut cepak Sutiran. Larut dalam gelora birahi yang dengan sangat ahli dibangkitkan oleh lelaki berwajah garang itu.

Tiba-tiba Sutiran menarik tubuh sintal Ratna,membopongnya menuju kamar tidur dan langsung merebahkannya di kasur. Dan dengan cepat wajahnya meluruk ke bawah, menuju pertemuan ke dua paha yang mengatup erat. Menjilati kedua batang paha tersebut denga lidahnya yang kasap. Mulai dari bagian luar ke bagaian dalam, menjalar terus naik menemukan segitiga terbalut bulu halus yang menghitam. Menjilat disana…!!!

Perlahan kedua paha tersebut membuka menghindari kegelian perlakuan lidah Sutiran. Dan justru itulah yang di kehendaki oleh Sutiran.

“Ahhhh……..mass………………”jerit Ratna saat lidah kasap Sutiran menjelajahi miliknya paling pribadi. Mencucupi kelembutan memerah muda yang terbit. Tubuh sintalnya melenting dalam posisi terduduk mengangkang. Napasnya tersengal-sengal. Dengan mata berlinang ia pasrah pada kehendak tubuhnya yang menyambut setiap gerakan lidah Sutiran.

Kedua tangan Sutiran tak tinggal diam meremas dan mengelus bongkahan padat dada Ratna.memilin putingnya dengan lembut. Menyebabkan tubbuh mulus Ratna mengerinjal-gerinjal ke-sangat-gelian. Pinggulnya bergerak demonstratif mengimbangi liiarnya lidah Sutiran. Mengayun maju mundur pada.setiap gelitikan lidah Sutiran pada liang kewanitaannya yang telah basah.

Sutiran bangkit. Melepas singlet dan sarungnya, memprtontonkan tonjolan berototnya menjulang bak tugu. Menarik pinggul Ratna mendekat kearahnya. Membuka kedua kaki tersebut melebar. Menempatkan batang tegarnya di permukaan lepitan kewanitaan Ratna.

“Ahhhh…………………………….”pekik Ratna saat ujung membola batang Sutiran membelah lepitan kewanitaannya. Menguakkannya agar dapat masuk. Memaksanya mengembang…..

Ratna tersengal-sengal merasakan ujung membola tersebut menggerus permukaan lembut di dalam kewanitaannya. Sutiran bergerak kembali. Mendorong dengan paksa…

Terasa olehnya betapa kelembutan basah kewanitaan Ratna mencekal laju batang tegarnya. Sambil memegang pinggul Ratna denga kedua tangannya, Sutiran bergerak lebih kuat dari sebelumnya. Mendorongkan batang tegaknya lebih dalam. Terasa berderik-derik lingkaran cincin di dalam kewanitaan Ratna sepanjang perjalanan batang tegar tersebut. Terus maju perlahan tapi pasti…

“Ahhhh…………………………..”pekir Ratna kembali dengan biji mata yang kelihatan putihnya saja. Tubuhnya lemas dan ambruk dari posisi duduknya, rebah terlentang di atas kasur.

‘Bukan main………hebat……….’batin Ratna merasakan momen yang baru saja di alaminya.

Sutiran mulai bergerak. Dalam posisinya berdiri di atas lantai dan Ratna yang rebah di kasur memberikan keleluasaan baginya untuk memompa. Tubuh tegapnya bergerak ritmis. Konstan mengayun pinggulnya. Memenuhi kehendak mendasar setiap manusia. Manggali se dalam-dalamnya sumur kenikmatan fana.

Ratna hanya bisa tersengal-sengal. Berkali-kali tubuhnya menggerinjal dengan kepala yang terlempar kekiri dan kekanan. Rambutnya telah awut-awutan dengan tubuh yang di penuhi butir-butir keringat. Seksi sekali pemandangan yang ada di hadapan Sutiran saat itu.Sungguh luar biasa rasa nikmat yang menderanya kali ini. Menerbangkannya dengan cepat menuju puncak.

“Ouh…….ohhh………………….”erang Ratna lirih. Kedua tangannya mencengkeram sprey ranjang, menariknya dengan gemas.

Sutiran terus memeompa,makin lama makin cepat. Menghujamkan batang berototnya semakin cepat. Di selingi kecipak kecipak seksi mengalun dari perbenturan kulit mereka.

“Ahhhhh…..mfhh..,ouhhhhhh……….”pekik Ratna terputus-putus. Puncak kenikmatan yang datang bergemuruh menyeretnya dalam gulungan rasa tak terkira. Melambungkan emosinya ke titik tertinggi yang pernah di raihnya. Tubuhnya mengejang,,bergetar dna menggeliat liar diatas kasur. Otot melingkar di dalam liang kewanitaannya berdenyut d-denyut, seolah-olah mengurut dan memeras urat berotot milik Sutiran yang bergerak terus maju mundur bak paku bumi.

“Uhfh…………………………”Sutiran melenguh merasakan pijatan otot melingkar dalam kewwanitaan Ratna mencekal erat batang berototnya ketat sekali seolah olah belitan ular pada mangsanya. Tapi ia terus bergerak…., menyempurnakan pencapaiannya.

Ratna yang telah terbaring lemas kambali tergelitik dengan cepat gejolak birahinya. Di gapainya tangan Sutiran dan kembali berada pada posisi duduk. Memandang dengan takjub pada selangkangannya yang sedang ‘di bor’ oleh otot berurat milik Sutiran. Keluar masuk tak henti-henti dalam gerak yang konstan. Pandangan Ratna sesekali beralih pada wajah Sutiran yang sedang serius konsen menggerakkan pinggulnya sambil menggeretukkan giginya, menahan agar ia tak terpancur lepas terlebih dahulu.

Tak merasa cukup, Ratna menggapai pinggang Sutiran dan mencengkeramnya kuat. Mulai dengan perlahan mengayun pinggulnya berlawanan arah dengan Sutiran. Berusaha menggandakan rasa nikmat yang timbul. Kedua kakinya melingkar di belakang Sutiran, saling berkait untuk mengunci. Napas keduanya telah memburu hebat.Gerakan mereka seirama makin lama makin cepat dan akhirnya…

“Ahhh……..Ahh……Ngghhhh………..”pekikan dan rengekan tak putus-putus keluar dari bibirmungil Ratna. Tubuhnya mengejang dengan mata mendelik. Puncak yang lebih dahsayat menggulung emosinya bergemuruh bak datangnya gelombang air bah. Melontarkan tubuhnya ke langit berwarna warni, melayang –layang dalam buaian lembut.yang tak pernah di capainya sebelumnya.Tak kuasa menahankan rasa yang demikian hebat, didigigitnya dada bidang Sutiran….!!!!

“Mmfh…………Rrghh…………………”geram Sutiran menyentakkan tubuhnya. Membenamkan btang berototnya sedalam-dalamnya pada liang kewanitaan Ratna, sambil mencengkearam kuat pinggul berbentuk indah itu.. Tersentak-sentak tubuhnya saat materi hangat dan kental miliknya menyembur secara sproradis, membasahi liang sempit tersebut. Tubuhnya pun ambruk menimpa tubuh putih Ratna yang telah basah di sana sini. Terdiam mereka dalam keheningan. Menikmati rasa yang tersisa dan keletihan yang amat sangat.

Setelah menyadari, Ratna sesengukan, dirnya telah ternoda. Pikirannya berkecamuk bingung antara harga diri dan reaksi tubuhnya atas perlakuan Sutiran. Sangat kontradiktif. Tapi apalah artinya nasi telah jadi bubur. Akhirnya dengan tubuh lunglai ia mengemasi pakaiannya, melangkah pelan dalam kegelapan malam.

Setibanya di rumah segera ia mandi dan membersihkan sisa-sisa persetubuhan liarnya dengan Sutiran. Langsung ia tertidur nyenyak.

Hari-hari selanjutnya Ratna kembali bekerja seperti biasanya, hanya sikapnya lebih banyak diam. Pikirannya melayang pada peristiwa beberapa hari lalu. I a sungguh merasa harga dirinya terkoyak-koyak. Tetapi anehnya ia sangat menikmati perlakuan Sutiran. Masih berbekas rasanya jamahan lelaki itu pada dadanya, lidahnya yang liar bergerak dalam liang kewanitaannya. Dan batang berototnya serasa masih berada dalam cekalan penuh liang kewanitaannya. Tak disadarinya gairahnya kembali tergelitik.

“Halo, bisa bicara dengan Briptu Sutiran………” sura Ratna terdebgan bergeletar di telepon.
“Sebentar bu, dengan siapa ya………………..?” sahut penerima di sana.
“Dari ibu Ratna……………………………………”jawab Ratna cepat.
“Sebentar bu……………………………………..” terdengar seuara memanggil Sutiran di kejauhan.
“Halo………………………………………………”terdengar suara yang akrab di telinganya.
“Dengan Briptu Sutiran………………………….?”Tanya Ratna.
“Betul……………………………………………...” tukas sipenerima singkat.
“Mas, aku Ratna….masih ingat kan…………...?”ujar Ratna.
“Jelas dan takkan pernah lupa…………………”sahut nya tegas.
“Mas, nghhh……..aku ada perlu……………….”ujar Ratna terbata-bata.
“Hmmmm………………………………………...” gumam Sutiran.
“Aku ke rumah nanti sore………………………” cepat sekali perkataan tersebut keluar dari mulut mungil Ratna.
“Siap-siap ya……………………………………..”tambah Ratna seraya menutup pembicaraan tersebut.

Terdiam dan bingung Sutiran memegang gagang telepon tersebut. Namun akhirnya ia tersenyum simpul dan meletakkan gagang telepon tersebut.

‘Hmm……..pasti Ratna menginginkan kejadian sore itu terulang kembali……’batinnya girang. Melangkah sambil bersiul-siul ia kembali menuju mejanya. Dapat ia bayangkan betapa tubuh telanjang Ratna menggeliat-geliat dalam pelukannya.

Sejak saat itu Ratna jatuh pada keperkasaan Sutiran dan merekapun sering melakukan persetubuhan di rumah Sutiran. Kadang mereka mereka melakukan di Tawangmangu jika Rio sedang keluar kota. Ratnapun akhirnya bertekuk lutut pada kehebatan Sutiran diatas ranjang dan seolah ketagihan terus untuk melakukannya berulang kali. Sutiran seperti mendapat durian runtuh, karena selain birahinya dapat tersalurkan juga ia sering memanfaatkan Ratna secara finansial, tak jarang ia meminta sejumlah uang untuk keperluannya. Sedang Rio suami Ratna tidak mengetahui perselingkuhan itu .

17.36 | 0 komentar