Tampilkan postingan dengan label Fantasi seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fantasi seks. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Desember 2015

Nikmatnya memek Dewi persik

Siang itu Dewi Persik harus menghadiri sidang perselisihannya dengan mantan manajer kepercayaannya Asep Komarudin. Sidang itu sendiri memakan waktu pikiran dan juga perasaan Dewi yang memang sering sekali mendapat masalah dalam kehidupannya. Sidang siang hari itu selesai sekitar 2 jam dan membuat Dewi merasa kelelahan, baik badan dan juga otaknya, bagaimana tidak Asep yang dituntut Dewi 300juta berbalik menuntut Dewi 3 triliyun atas dakwaan pencemaran nama baik. Saat perjalanan pulang pikiran Dewi bercampur aduk dan ia sekarang merasa seperti sendiri tanpa orang yang ia cintai mendukungnya. Kalau dulu ketika ia merasa capek ada Saipul Jamil yang selalu menghilangkan rasa jenuh Dewi yaitu dengan memuaskan Dewi melalui salah satu hobinya yaitu bercinta. Dewi selalu meminta Saipul melayani nafsunya yang cukup besar sampai dia benar-benar merasa puas. Tanpa disadari Dewi melamunkan semua kenangan selama ia di sisi Saipul, mulai dari permainan oral sex Saipul sampai dengan genjotan-genjotan Saipul yang cukup hebat. Sayang ketidakcocokan dalam rumah tangga menyebabkan cerai menjadi pilihan terakhir, belum lagi ditambah orientasi seks Saipul yang ternyata juga menyukai sesama jenis alias biseks. Saipul dikabarkan sering mengunjungi kost khusus pria tempat tinggal seorang pria yang digosipkan sebagai pacar gay-nya dan bermalam di sana. Berbagai masalah datang bertubi-tubi pasca perceraiannya dengan Saipul, mulai dari pelecehan seks oleh seorang fans yang memegang payudaranya, gosip-gosip miring mengenai dirinya, protes-protes dari kalangan yang merasa terusik dengan aksi panggungnya, hingga yang sekarang ini masalah dengan mantan manajernya itu. Lamunan panjang Dewi siang itu terpecahkan oleh suara sopir pribadinya yaitu Pak Abdul yang sudah dipercaya Dewi menjadi sopir pribadi Dewi selama kurang lebih 2 tahun. “mau kemana lagi non ?” tanya Pak Abdul,, “bawa saya jalan-jalan keliling Jakarta Pak saya suntuk di rumah terus lagi banyak pikiran ” kata Dewi.
“Siap non” Pak Abdul menyanggupi dan langsung tancap gas.

DEWI PERSIK

Mobil pun dibawa Pak Abdul melaju perlahan mengelilingi kota Jakarta. Selama 1 jam melaju pikiran Dewi selalu menerawang bayangan-bayangan imajinasi jorok karena memang ia merasa cukup lama tidak merasakan sentuhan laki-laki. Setelah ia bercerai ia selalu masturbasi untuk memuaskan nafsunya. Imajinasi Dewi kembali terganggu dan terpecahkan oleh suara sopir pribadinya.
“Lagi ngelamun apa Non?” tanya Pak Abdul. “kalo Non butuh tempat cerita saya siap kok barangkali saya bisa sedikit meringankan beban Non Dewi ” sambungnya
“terima kasih Pak saya memang butuh tempat bersandar”jawab Dewi “sepertinya semua orang menjauhi dan membenci saya Pak “
“Ah itu kan hanya perasaan Non Dewi..siapa sih Non yang mau jauh-jauh dari perempuan secantik dan sesexy non Dewi” kata Pak Abdul “bahkan kalo saya jadi artis dan ganteng saya pasti ndeketin non Dewi” sambungnya.
“ah Pak Abdul bisa saja, saya merasa butuh pendamping lagi Pak,,saya sudah capek sendiri terus..”jawab Dewi
“saya kan masih muda Pak jadi ya Pak Abdul kan tau gelora anak muda gimana,,ups maaf ya Pak kalo saya agak menjurus”timpal Dewi sambil tersenyum malu karena ia sadar bahwa yang diajaknya ngobrol adalah sopirnya bukan pacar atau suAminya.
“Gak apa-apa non terusin aja, gini-gini juga kan saya lebih berpengalaman dari non Dewi, barangkali saya bisa sedikit membantu, anggap saja sya seperti orang tua non sendiri, saya pasti akan jaga rahasia non Dewi”sahut Pak Abdul yang membaca bahwa ada kesempatan emas untuk bisa menelusuri lebih dalam majikannya yang cantik tersebut .

Dewi pun mengiyakan untuk terus mengeluarkan uneg-unegnya kepada lelaki yang memang usianya seperi orang tuanya itu sendiri dan Dewi tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun meneruskan ceritanya.
“bener ya Pak bisa jaga rahasia? ok deh sebenarnya saya ini sangat merindukan sentuhan laki-laki Pak karena memang sebenarnya nafsu seks saya itu besar, tapi saya belum siap untuk menikah lagi Pak karena saya masih mencintai Bang Ipul”
“lantas selama ini gimana cara non melampiaskan ..maaf nafsu non Dewi?” tanya Pak Abdul semakin berani
“ya saya masturbasi Pak..tapi itu semua gak bisa memuaskan saya Pak..bahkan sepertinya saya sudah lupa bentuk titit he..he.he..” sahut Dewi sambil bercanda, nampak ia tersenyum malu-malu mengeluarkan pengakuan tersebut.
Pak Abdul dan Dewi sama-sama diam sejenak terbawa lamunannya masing-masing dan yang pastinya sama-sama melamun jorok. Tanpa disangka ternyata Pak Abdul membayangkan bisa merasakan majikannya sampai tanpa sadar penisnya mulai membesar dan ngaceng. Perubahan penis Pak Abdul ternyata tak luput dari pandangan Dewi yang memang sedari tadi juga membayangkan permainan sex orang yang sudah berpengalaman seperti Pak Abdul.
” ya ampuuuun Pak Abdul mbayangin apa kok ampe berdiri tegak gitu” tanya Dewi
“ups maaf non saya jadi malu..saya tadi lupa gak pake sempak..trus saya membayangkan…ehm…”
“Mbayangin apa?”desak Dewi
“tapi non janji ya gak akan marah…?”jawab Pak Abdul
“iya saya janji gak akan marah..”timpal Dewi

“Sebenarnya saya mbayangin bisa bercinta dengan non Dewi…tapi itu semua jelas gak mungkin kan Non jangan marah ya…”
“Ah nggak kok…lagian wajar dong kalo laki-laki pengen ama cewek…tapi emangnya Pak Abdul masih kuat bercinta..?jangan-jangan ejakulasi dini lagi he..he..hee..”kata Dewi sambil bercanda.
Pak Abdul dengan cepat membaca kesempatan yang muncul di depannya..
“Saya masih kuat bercinta 30 menit tanpa berhenti lo Non…gak percaya?”tanya Pak Abdul
“Bisa buktiin gak’” tanya Dewi yang sudah mulai tidak sadar bahwa yang ia ajak bicara adalah sopirnya yang sudah berusia 50 tahun karena ia sudah terpengaruh oleh birahinya yang sudah naik gara-gara melamunkan bercinta..
“liat aja ini Non…” jawab Pak Abdul sambil mengeluarkan penisnya yang sudah tegak berdiri tanpa canggung pada majikannya lagi.
“Wow…besar amat Pak…itu asli kan …?” tanya Dewi kagum melihat penis Pak Abdul yang ukuranya kira-kira 17cm dengan diameter yang juga tebal dan dengan urat-urat yang menjolor kekar.
‘Coba aja non pegang kira-kira asli gak?”jawab Pak Abdul
“Boleh ni saya pegang…?”
“Silahkan tuan putri rudalku ini milikmu sekarang”jawab Pak Abdul
Tanpa rasa canggung dan malu Dewi pun memegang dan mengocok perlahan penis sopir pribadinya. Nafsunya sudah menguasai dirinya, ia lupa bahwa ia adalah artis kelas atas dan penis yang ia pegang sekarang adalah milik sopir pribadinya yang berbeda kasta dengannya
“ugghhh…”Pak Abdul melenguh panjang ketika Dewi Persik memainkan penisnya.
“non kita cari tempat sepi dulu ya takut di lihat orang”sela Pak Abdul

Dewi Persik mengangguk tanpa menjawab. Pak Abdul menghentikan mobil di tempat sepi yang memang ia sudah hapal karena sering membawa lonte langganannya ke tempat ini.
“Silahkan dilanjut tuan puteri” Pak Abdul memberi kode kepada Dewi
“Puaskanlah aku Pak aku milikmu sekarang” jawab Dewi Persik dengan suara serak-serak basah khas miliknya.
Tanpa pikir panjang Pak Abdul langsung melucuti celananya sendiri sehingga terpampang penis besarnya. Dengan otomatis Dewi langsung meraih penis tersebut dan dia berkata “Are you ready to feel heaven Pak Abdul…?. Tanpa menunggu jawaban Dewi langsung memasukan penis super itu ke mulutnya.
“Aghhh…sedot sayang ya…enh.ak..baget…” Pak Abdul merasa kelonjotan menikmati sepongan Dewi yang top abis.
Tangan Pak Abdul tak tinggal diam dia mulai meraba-raba payudara majikannya tersebut dan mulai melucuti pakaian Dewi satu persatu. Dengan tangan gemetaran Pak Abdul membuka pakaian Dewi sekaligus bh nya. Ia terkagum-kagum melihat payudara Dewi yang sintal dan padat tersebut..
“Sekarang giliran saya tuan puteri” Pak Abdul melepas sepongan Dewi dan mendorong majikannya tersebut hingga terlentang.
Dengan rakus Pak Abdul melumat payudara Dewi hingga membuatnya semakin terangsang dan kelonjotan.
“aghhh… Pak Abdul trus sayang…”Dewi melenguh
Tangan pria itu tak hanya tinggal diam, sambil melumat payudara Dewi tangannya bergerilya di balik rok penyanyi dangdut itu. Lalu ia melepaskan mulutnya dari payudara Dewi dan melucuti rok mini dan juga sekaligus celana dalam pink Dewi
.
“Ohhh…memekmu bagus dan dan masih rapih sayang” Pak Abdul terkagum-kagum melihat vagina Dewi yang ditumbuhi bulu-bulu yang cukup lebat tapi rapih.
Tanpa pikir panjang Pak Abdul langsung melumat vagina Dewi tanpa rasa jijik dan serangannya membuat wanita itu semakin kelonjotan dengan dengan permainan sopirnya tersebut.
“ohhh…trushhh…sayanggg…enakh…o hhhh…” Dewi melenguh dengan suara khasnya. Pak Abdul yang memang berpengalaman dalam urusan bercinta memainkan lidahnya dengan jitu di klitoris Dewi Persik, sedangkan jari tengahnya menerobos lubang vagina Dewi. Aroma khas vagina segera masuk ke hidung Pak Abdul yang justru membuat dia semakin bernafsu memainkan lidahnya. Sekitar 5 menit permainan lidah Pak Abdul membuat Dewi akhirnya mencapai orgasme pertamanya.
“Agh..agh.. aku keluar Pak aghhh….” lenguh Dewi panjang meresapi kenikmatan yang melanda tubuhnya.
“Masukin aja Pak saya udah gak tahan lagi “pinta Dewi Persik
“Iya sayang kamu sekarang nungging ya..”
Dewi pun menuruti Pak Abdul dan ia mengambil posisi nungging. Tampaklah disitu lubang anus Dewi yang ternyata berwarna kemerahan. Lalu Pak Abdul tanpa rasa jijik langsung menjilatinya. Setelah puas menjilati anus Dewi, Pak Abdul langsung mengarahkan rudal miliknya ke vagina majikannya itu.
”Pelan-pelan ya sayang…..”pinta Dewi tanpa malu-malu memanggil sopirnya dengan ’sayang’
“Iya sayang…”jawab Pak Abdul cengengesan
“ughhh…….gila ****** Bapak dahsyat baget..” Dewi merasakan penis Pak Abdul memenuhi vaginanya.
“memekmu juga nikmat baget…”

Perlahan Pak Abdul mulai menggenjot memek Dewi Persik yang mulai becek dengan posisi menungging.
“agh..agh..uh;;oh.. ‘Dewi merasa akan orgasme kembali
“ahhh…aku keluar sayang….ohhhh…”
Dewi orgasme untuk yang kedua kalinya dan Pak Abdul merasakan denyutan vagina Dewi seolah-olah akan memakan habis penisnya.
“Sekarang giliran aku yang mengendalikan dan menservice penismu” kata Dewi sambil merubah posisinya di atas Pak Abdul.
Tangan Dewi lalu meraih penis Pak Abdul dan mengarahkan ke vaginanya.
“aghhh…” Dewi Persik menikmati penis itu memenuhi memeknya
“Ohhh….” Pak Abdul juga merasakan seperti di surga
Dengan lincahnya Dewi lalu menggenjot penis Pak Abdul. Dia menkombinasikan genjotnya mulai dari mengebor hingga genjotan patah-patah seperti ketika menari di atas panggung. Tangan Pak Abdul juga tak tinggal diam dia meraih payudara montok yang bergoyang-goyang mengikuti goyangan Dewi. Setelah puas dengan payudara dia lalu meraih pantat Dewi yang sintal dan jarinya menyusup di lubang pantat Dewi.
“Awww….pelan-pelan dong Pak..” pinta Dewi
“Maaf sayang aku cuma pengen tanganku ada aroma pantatmu” jawab Pak Abdul
Sekitar 15 menit goyangan Dewi di atas penis Pak Abdul membuatnya mengalami orgasme ketiganya
“Aku mau keluar lagi sayang ohhhh…”
“aku juga sayang…kita keluarin bareng ya ” jawab Pak Abdul
“Ahhh…ahhh…”Dewi Persik melenguh panjang menikmati orgame ketiganya yang sangat dahsyat
“ohhhhh aku juga keluar sayang….ahhh….crot…crot..crot. . “Pak Abdul orgasme di vagina Dewi

Mereka berpelukan mesra menikmati sisa-sisa kenikmatan itu, nafas mereka saling memburu hingga akhirnya mulai normal lagi.
“Bapak hebat juga yah” kata Dewi dengan lemas lalu mencium bibir sopirnya itu.
“Iya dong…Abdul!” kelakarnya, “siapa yang ga nafsu lagian sama Non Dewi yang seksi gini” ia mencubit puting Dewi dengan gemas, sejak dulu ia selalu bermimpi bisa menikmati tubuh majikannya itu bila melihat aksi panggungnya yang menggoda itu baik di TV ataupun secara live, kini impiannya itu telah menjadi kenyataan.
Pak Abdul kembali melumat bibir Dewi yang seksi, kali ini lebih lama dan lebih bergairah. Lidah mereka beradu dengan panas, saling belit dan saling hisap. Sambil berciuman, tangan kasar Pak Abdul tak henti-hentinya menjelajahi tubuh mulus Dewi. Sentuhan-sentuhan erotis Pak Abdul kembali menaikkan birahi Dewi. Dengan gaya nakal ia mendorong dada bidang pria setengah baya itu hingga telentang di jok belakang. Setelahnya ia menaiki wajah pria itu sambil tangannya memegang penis pria itu yang mulai mengeras lagi. Mereka kini dalam posisi 69.
“Jilat yah Pak….puasin Dewi….aahhh!” sebelum Dewi menyelesaikan kata-katanya lidah pria itu sudah lebih dulu menyapu bibir vaginanya.
Dewi meresponnya dengan menjilati kepala penis Pak Abdul yang seperti jamur itu. Lidahnya menjilati bagian yang disunat itu dan lubang kencingnya, aksinya itu membuat tubuh Pak Abdul bergetar dan mulutnya mengeluarkan lenguhan nikmat. Bukan hanya menjilat, jari-jari pria itu juga aktif menusuk-nusuk vagina maupun duburnya. Dewi merasakan vaginanya semakin lama semakin basah saja karena jilatan sopirnya itu. Seiring birahinya yang semakin tinggi, janda muda itu semakin bersemangat mengoral penis dalam genggamannya. Dihisapnya benda itu kuat-kuat, kepalanya nampak turun-naik, mulutnya sampai kempot menghisapi penis itu. Tangannya yang halus dan berjari lentik memijati buah pelirnya, menambah kenikmatan ekstra bagi pemiliknya.

Puas dengan saling mengoral kelamin pasangan masing-masing. Dewi turun dari wajah Pak Abdul dan naik ke selangkangan pria itu. Ia memegang penis pria itu dan mengarahkan ke vaginanya.
“Ooohh…enakh Pak!” kepalanya menengadah sambil mengeluarkan desahan menggoda saat ia menurunkan tubuhnya hingga penis itu melesak masuk ke dalam vaginanya yang sudah basah kuyup.
Kedua tangan Pak Abdul mencaplok sepasang payudara montok Dewi dan meremasinya. Sebentar kemudian, Dewi sudah mulai menaik-turunkan tubuhnya di atas penis itu. Pak Abdul melenguh merasakan bibir vagina janda muda itu mengapit penisnya dan dinding-dinding bergerinjal di dalamnya menggeseki penisnya di dalam sana. Goyangan naik-turun Dewi semakin liar dan desahannya pun semakin tak karuan. Dewi dapat melihat dari kaca jendela mobil, dari jarak tidak terlalu jauh mobil-mobil lain lalu-lalang dengan bebasnya. Ada rasa takut juga kalau kepergok seseorang sedang dalam keadaan begini, apalagi dirinya adalah public figure yang dikenal luas. Kalau ketahuan tentu infotainment akan heboh memberitakan Dewi Persik tertangkap basah sedang main mobil goyang bersama sopirnya, bagaimana bila itu terjadi? Namun bercinta dalam situasi berisiko ini juga mendatangkan kenikmatan tambahan bagi Dewi, ini adalah petualangan yang penuh tantangan di tengah kejenuhan dan berbagai permasalahan dalam hidupnya, lagipula tempat ini cukup terlindungi karena posisinya agak tinggi dan banyak pepohonan. Ia pun semakin cepat menaik-turunkan tubuhnya, desahan keduanya memenuhi mobil. Dewi mencondongkan badannya lebih ke depan sehingga payudara montoknya mendekati wajah Pak Abdul, tanpa diminta pria itu langsung melumat gunung kenyal itu. Tangannya meremasi bongkahan payudaranya dan mulutnya menggigit-gigit kecil putingnya. ‘Clep…clep…clep’ suara vagina Dewi yang becek bergesekan dengan penis besar sopirnya. Cairan kewanitaan Dewi semakin banyak sehingga penis Pak Abdul pun semakin lancar keluar masuk vaginanya.

Seperempat jam lebih Dewi menaik-turunkan tubuhnya dengan liar dalam posisi woman on top hingga akhirnya tubuhnya dirasakan makin mengejang. Gelombang kenikmatan itu menyebar ke seluruh tubuh menyebabkan tubuh sintalnya berkelejotan dan mulutnya mengeluarkan erangan panjang. Dewi merasakan betapa liang kewanitaannya menjadi tidak terkendali berusaha menghisap dan melahap alat kejantanan Pak Abdul yang teramat besar dan panjang itu sedalam-dalamnya serta melumat seluruh otot-ototnya yang kekar dengan rakusnya. Erangan Dewi menandai orgasme dahsyat yang melandanya, ia menjerit sejadi-jadinya, tidak peduli sedang dimana ia sekarang ini, untung mobil itu tertutup rapat dari dalam sehingga suaranya tidak keluar. Namun Pak Abdul masih tetap tegar dan perkasa menyentak-nyentakkan pinggulnya di bawah sana, ia sepertinya masih belum puas menyetubuhi majikannya itu. Setelah goyangan Dewi melemah, pria itu segera mengambil alih kendali dengan berguling dan menindih tubuhnya. Diciuminya wajah dan bibir Dewi sambil terus menghela pinggulnya menyetubuhi janda muda itu. Tubuh bugil mereka yang sedang bersatu padu itu pun basah dengan keringat. Dewi sungguh mengagumi keperkasaan Pak Abdul yang mampu membuatnya mencapai orgasme dahsyat itu. Tak lama kemudian akhirnya Pak Abdull tiba juga pada puncaknya. Dengan mimik wajah yang sangat luar biasa dia melepaskan puncak orgasmenya secara bertubi-tubi menyemprotkan seluruh spermanya ke dalam rahim majikannya dalam waktu yang amat panjang. Sementara itu alat kejantanannya tetap dibenamkannya sedalam-dalamnya di liang kewanitaan Dewi sehingga seluruh cairan birahinya terhisap dalam tubuh sang janda muda sampai titik penghabisan. Selanjutnya keduanya terhempas kelelahan di jok belakang itu dengan tubuh yang tetap menyatu. Selama mereka tergolek, alat kejantanan Pak Abdul masih tetap terbenam dalam vagina Dewi dan Dewi pun memang berusaha menjepitnya erat-erat karena tidak ingin segera kehilangan benda tersebut dari dalam tubuhnya. Hening, di dalam mobil hanya terdengar suara nafas mereka yang terengah-engah dan suara tiupan AC yang anginnya menerpa tubuh telanjang keduanya. Mereka bercium-ciuman sambil saling menggoda menikmati momen-momen pasca orgasme sebelum akhirnya berbenah diri.

“Pak Abdul jaga rahasia ini ya ” Dewi meminta kepada sopirnya setelah dia memakai semua pakaiannya
“tenang aja Non yang penting saya bisa begini terus sama Non sampai Non menikah nanti “jawab Pak Abdul sambil tersenyum
Setelah kembali berpakaian Pak Abdul kembali ke jok kemudi, ia menyalakan mesin dan mobil itu pun meluncur ke jalan tol. Di perjalanan, Pak Abdul dengan berani mengelus paha mulus Dewi.
“Bapak nakal ah…udah ah nanti diliat orang gimana….eemmhh!” desahnya karena tangan pria itu masuk ke roknya dan mengelusi selangkangannya dari luar celana dalam.
Wajah Dewi memerah, nafasnya ngos-ngosan ketika sampai ketika membayar karcis tol, si penjaga gerbang tol mengenali dan menyapanya. Dewi balas tersenyum dan berusaha bersikap biasa menutupi keadaannya yang masih terangsang dan nafasnya yang terengah-engah. Begitulah skandal Dewi Persik dengan sopirnya, mereka terus mereguk kenikmatan terlarang itu dimanapun dan kapanpun setiap ada kesempatan. Bahkan setelah Dewi menjalin hubungan dengan seorang pria bule asal Belanda, ia masih menyempatkan diri bermain gila dengan sopirnya itu. Berita terkini Dewi putus dengan pacar bulenya itu karena Dewi merasa pacarnya tersebut tidak bisa memuaskan hasratnya yang menggebu-gebu, dia masih kalah dengan Pak Abdul, bolehlah si bule itu dalam hal ukuran, tapi gaya percintaannya yang selalu gentle membuat Dewi cepat bosan. Ia lebih mendambakan gaya bercinta Pak Abdul yang tahu kapan harus bermain kasar dan kapan harus bermain lembut, ditambah lagi sensasi liar bercinta dengan sopirnya sendiri yang tentunya hal yang dianggap tabu. Dalam benaknya Dewi berpikir, mendingan gak usah nikah dulu biar karirnya terus menanjak lagian dia juga terpuaskan terus oleh sopir pribadinya yang berusia 50 tahun. Pak Abdul sendiri merasa semakin gembira karena berarti ia bisa menikmati tubuh majikannya lebih lama, goyang patah-patah Dewi Persik bukan hanya bisa disaksikannya di panggung dan televisi, tapi juga dirasakannya bersama di ranjang.
09.43 | 0 komentar

Rabu, 16 Desember 2015

Ngentot Master Chef Ririn Marinka

'Ok....Cutt!!!.'' teriak seorang pria bertubuh tambun dengan keras, seketika itu pula orang-orang yang sedari tadi diam tak bergerak apalagi bersuara mulai bergerak untuk membereskan segala sesuatu untuk bersiap-siap pulang ke rumah masing-masing. Itulah hal yang tergambar dari salah satu studio televisi nasional yang terkenal dengan acara kompetisi memasaknya yang cukup menyedot perhatian penonton seantero nusantara, dari balik hiruk pikuk orang-orang yang bekerja di balik layar program tersebut muncullah sesosok tubuh mungil dengan dada yang cukup besar sekitar 34c kalau tidak salah, dengan dibalut gaun ketat warna hijau dia berjalan dengan anggun melewati para crew yang tengah membereskan pekerjaannya. 
 RIRIN MARINKA
Dia adalah Ririn Marinka atau biasa dikenal dengan Chef Marinka salah satu juri di ajang pencarian bakat memasak di salah satu stasiun tv nasional, tak sedikit laki-laki yang membayangkan menikmati tubuh montok sang chef termasuk sang sopir dari sang chef itu sendiri. Sang sopir yang bernama Toto Suroto berusia 45 tahun atau yang biasa dipanggil dengan Bang Toyib karena dia pernah dipenjara 3 tahun karena maling ayam milik tetangga, ya pembaca yang terhormat dan termupeng anda tidak salah baca hanya karena MALING AYAM si Toto dihukum 3 tahun inilah keajaiban negeri tercinta kita. Seorang Toto yang mencuri ayam milik 1 orang untuk menyambung hidup dihukum 3 tahun sedangkan para koruptor yang mencuri uang rakyat yang mencapai milyaran rupiah paling dihukum 5 tahun terus dipotong remisilah, potong masa tahananlah paling-paling cuma 2 tahun sudah bebas itu juga ditempatkan di sel khusus dengan fasilitas istimewa berbeda dengan Bang Toyib kita yang harus berbagi 1 sel dengan 8-12 orang tahanan. 
Penampilan fisik Bang Toyib hampir sama dengan orang biasa tinggi 165cm, berat 55kg berkulit sawo matang,berambut lurus dipotong tentara dengan barisan gigi yang agak kekuningan karena kebanyakan merokok yang membedakan hanya bekas sayatan alias codet yang ada di pipi sebelah kanannya. Alasan Chef Marinka mempekerjakan si Toyib karena dia pernah menyelamatkan Marinka dari perampokan, saat itu Bang Toyib yang tengah bingung setelah bebas dari penjara, tak seperti orang yang bebas dari penjara yang langsung gembira bukan main Bang Toyib malah sedih dan bingung karena kalau pulang ke kampungnya bisa-bisa dia diusir. Disaat bingung itulah dia berjalan tak tentu arah saat dia melihat 2 orang bersenjatakan kapak merah sedang mencegat sebuah sedan mewah BMW tanpa pikir panjang Bang Toyib langsung menerjang 2 orang itu, berbekal ilmu beladiri yang dipelajarinya di penjara yang diajarkan oleh salah satu teman 1 selnya Bang Toyib menghajar 2 orang perampok itu sampai mereka kabur. Melihat hal itu Marinka si pemilik mobil langsung keluar untuk berterima kasih pada penolongnya saat diberi sejumlah uang sang penolong menolaknya Marinka bertanya apa yang bisa dibantunya, mendengar pertanyaan itu Bang Toyib dengan ragu meminta sebuah pekerjaan dan tempat tinggal alhasil jadilah Bang Toyib supir Sang Chef Marinka. 
Mari kita kembali ke tempat semula dari kejauhan melaju mobil BMW warna merah menuju pintu keluar stasiun TV swasta nasional dan tepat berhenti di depan seorang wanita cantik keturunan dengan kulit putih mulus tanpa cela dan dada yang membusung menggoda setiap laki-laki untuk meremasnya dengan gemas wanita tersebut adalah Marinka, pintu mobil dibuka olehnya dan masuk di pintu belakang. 
''Langsung pulang ya Bang !'' kata Marinka sambil menyilangkan kaki mulusnya. 
''Baik non.'' kata Bang Toyib sambil melirik kaki mulus majikannya lewat kaca spion, tak lama mobil tersebut sudah berada di daerah perumahan mewah di daerah jakarta yang terkenal dengan rumah angkernya yang pernah diangkat jadi judul film. 
''Masukin aja Bang mobilnya! saya dak keluar kok malam ini.'' kata Marinka sambil melangkah masuk ke rumah. Sebenarnya Bang Toyib ingin memulai hidup baru sejak diangkat jadi pegawai oleh Marinka tetapi kalau setiap hari disuguhi sepasang kaki putih mulus dan juga dada ranum milik sang Chef membuat niat mulia Bang Toyib menjadi hilang, alhasil seminggu yang lalu berbekal informasi dari si Ujang pembantu tetangga yang juga sama-sama penggemar bokep alias bokepmania yang selalu membanggakan dirinya yang berhasil ngentot majikannya yang seorang istri seorang pengusaha sukses. Ujang berkata kalau dia meminta bantuan seorang dukun agar hasrat setannya terwujud berbekal informasi itulah Bang Toyib berangkat menuju rumah sang dukun yang lumayan jauh berada di kaki gunung Tangkuban Perahu setelah meminta ijin pada Marinka dengan alasan ingin menjenguk saudara yang sakit, saat tiba di kediaman sang dukun sudah banyak pasien diantara pasien-pasien tersebut ada orang-orang terkenal di negeri ini mulai dari pejabat sampai artis.
''Wah banyak amat yah yang antri, lho bukannya itu si abang Haji yang ada di TV yah kok ikutan antri ? Oh mungkin mau minta obat perontok bulu kali yah biar gak kayak gorila lagi.'' kata Bang Toyib dalam hati saat melihat salah seorang yang ikut antri di rumah sang dukun. Sebenarnya rumah sang dukun seperti rumah-rumah kebanyakan orang desa bagian depan rumah dari kayu cuma dinding samping dan belakang saja yang ditembok, depan rumah ada papan nama ''Mbah Samijan dukun serba bisa'' dan kursi-kursi plastik untuk para pengantri di dekat pintu utama ada sebuah meja kecil yang dijaga seorang perempuan cantik berpakaian seksi dengan tanktop hijau dan celana pensil ala anak muda yang sepertinya resepsionis sang dukun. 
Setelah turun dari mobil Bang Toyib pergi menuju tempat sang resepsionis untuk memperoleh informasi dan nomor antrian. 
''Misi mbak.'' kata 
Bang Toyib 
''Ya, ada yang bisa dibantu mas ?'' Kata sang resepsionis. 
''Ehm saya mau konsultasi mbak.'' kata Bang Toyib sambil melirik belahan dada sang resepsionis yang nakal mengintip keluar dari tanktop hijaunya. 
''Oh pas banget mas, mas adalah pasien terakhir untuk hari ini, boleh minta KTPnya mas ?'' kata sang resepsionis ramah.
''Lho emang udah mau tutup ya mbak ?'' kata Bang Toyib heran. 
''Bukan mas, disini tiap hari cuma menerima 50 pasien saja.'' kata sang resepsionis sambil mencatat data-data Bang Toyib di sebuah buku besar. 
''Oh wah beruntung donk saya, eh antrinya masih lama yah mbak ?'' kata Bang Toyib cengengesan kayak kuda mau kawin. 
''Oh kayaknya masih lama deh mas ni aja baru nomor 20, udah duduk sini aja nemenin saya ngobrol.'' kata si Mbak resepsionis yang tentu saja diterima dengan senang hati oleh Bang Toyib, kapan lagi ngobrol sama cewek cantik daripada ikutan antri sama para artis dan pejabat munafik. Dari obrolannya dengan sang resepsionis yang ternyata bernama Indah inilah Bang Toyib tahu kalau Indah adalah istri ke-7 dari mbah Samijan dan semua istrinya kebanyakan masih berusia 20-30an sedangkan Mbah Samijan sendiri berumur 72 tahun, setelah menunggu agak lama tiba giliran Bang Toyib untuk masuk. 
''Permisi mbah.'' kata Bang Toyib saat masuk ke ruangan praktek Mbah Samijan, Bang Toyib sempat bingung karena di dalam ruangan praktek tersebut jauh dari kesan angker seperti yang digambarkan di TV yang selalu bernuansa gelap dan dipenuhi dengan pernak-pernik mengerikan tapi di ruangan yang dimasuki Bang Toyib lebih mirip kantor dindingnya berwarna putih ada laptop ada meja kantor bahkan ada papan nama Mbah Samijan (Dukun Serba Bisa) dan dibelakang meja ada seorang pria tua bertubuh kurus dengan jenggot putih yang dikuncir mirip punyanya si Pepi berpakaian seperti seorang direktur lengkap dengan jas sedang mengamati layar laptopnya. 
''Permisi Mbah !'' kata Bang Toyib saat memasuki ruangan tersebut. Sang dukun tetap melihat layar laptopnya sambil tangannya menunjuk kursi didepan mejanya, Bang Toyib pun duduk di kursi tersebut saat hendak menyampaikan maksudnya Si Mbah sudah ngomong duluan. 
''Nama: Toto Suroto, Umur: 45 tahun, Pekerjaan: Supir.'' kata Mbah Samijan sambil tetap melihat layar monitornya. 
''Wah hebat amat nih Dukun bisa tahu, gwe aja belum ngomong.'' dalam hati Bang Toyib kagum. 
''Kok tahu mbah ? Kan saya belum memperkenalkan diri.'' tanya Bang Toyib penasaran. Tanpa berkata apa-apa si Mbah langsung memutar laptopnya, terpampang disitu semua data Bang Toyib. 
''Hahahaha Maklum cu jaman modern si Mbah harus mengikuti donk.'' kata Mbah Samijan sambil tertawa memperlihatkan deretan gigi emasnya. 
''Owh wah dak mau kalah yah Mbah, hahahaahahah.'' kata Bang Toyib ikut tertawa. 
''Iya donk masa pake menyan mulu, eh ngomong-ngomong cucu kesini mau apa yah?'' kata Mbah Samijan serius. Setelah mengutarakan niatnya Mbah Samijan langsung menggeram tak karuan dan nafasnya mendengus-dengus seperti orang berlari jauh. 
''Lho Mbah kenapa Mbah?'' tanya Bang Toyib panik takut si dukun kenapa-napa. 
''AAARRRRGGGHHH'' Mbah Samijan mengerang keras dan tubuhnya mengejan tak karuan, melihat hal itu Bang Toyib ketakutan dan hendak mencari bantuan tapi segera dicegah oleh Mbah Samijan dengan nafas yang tersengal-sengal. 
''Ha...ha..ha ja...jangan cu, mbah baik-baik saja kok.'' kata Mbah Samijan, tak lama kemudian dari bawah meja sang dukun keluarlah sesosok tubuh seksi dengan payudara menantang, kulit halus putih tanpa cela, apalagi pakaian mini warna merah yang memperlihatkan kemulusan pahanya dan tak mampu menutupi kemontokan dadanya yang tampak berlomba keluar dari sarangnya itu. 
''Makasih yah Mbah, bulan depan saya datang lagi.'' kata sang wanita yang tampak membenahi pakaiannya dan menyeka cairan putih di sela-sela mulutnya. Melihat hal itu Bang Toyib hanya melongo sambil mulutnya ngiler seperti serigala, dilihat oleh Bang Toyib membuat wanita tersebut mempercepat langkahnya keluar dari ruangan tersebut. 
''Wah Mbah kok ada neng Aura Kasih sih?'' tanya Bang Toyib sambil melihat Mbah Samijan membetulkan celananya. 
''Oh biasa syarat dari mbah, kan dia minta biar tubuhnya tetap seksi+suaranya tambah merdu jadi setiap bulan sekali dia harus kesini minum air mani mbah.'' terang Mbah Samijan. 
''Wah ntar syaratnya sama kayak tuh saya dak jadi aja deh Mbah, saya masih normal Mbah.'' kata Bang Toyib hendak pergi. 
''Jangan pergi cu ! Saya juga masih normal kali, kalau dak normal mana mungkin istri saya banyak. Udah duduk dulu sini !'' kata Mbah Samijan menjelaskan. 
''Lha tadi napa kok Aura Kasih syaratnya kayak gitu ?'' tanya Bang Toyib curiga sambil meletakkan pantatnya kembali di kursi. 
''Syarat pasien cewek ama cowok beda cu, kalau cewek yah biasa dak jauh-jauh dari urusan selangkangan hehhehehehe.'' kata Mbah Samijan cengengesan mesum seperti Ujang. 
''Kalau cowok Mbah ?'' tanya Bang Toyib. 
''Kalau cowok tergantung permintaannya cu, nah kalau kasus seperti cucu ini syaratnya mudah. Cucu tinggal masukin sperma cucu ke wadah ini terus ntar Mbah proses jadi garam tapi jangan tanya caranya gimana itu rahasia ''Perusahaan'' ok ?'' Mbah Samijan menjelaskan sambil menyerahkan sebuah wadah kecil mirip tempat obat. 
''Trus garamnya diapain Mbah ?'' tanya Bang Toyib polos. 
''Ya ditaruh dimakananlah dasar goblok !!'' kata Mbah Samijan agak emosi. Setelah proses ritual kocok mengocok alias coli yang tidak akan penulis bahas karena cukup menjijikan seorang pria membayangkan pria lain yang coli nanti penulis difitnah homo lagi sama para penghuni lounge, Bang Toyib kembali ke Jakarta melakukan pekerjaannya menunggu kesempatan untuk melancarkan aksinya 
#################################
''Heh Toyib napa bengong lo ? Kesambet setan apaan lo ?'' Bang Toyib dikagetkan oleh suara cempreng saat melamun di dapur. 
''Ah Mak bikin kaget aja, Toyab Toyib kan saya udah bilang nama saya Toto mak.'' kata Bang Toyib pada wanita tua yang tengah mengaduk sayur sop diatas kompor itu. Wanita itu adalah Mak Imah pembantu Marinka yang sudah ikut sejak jaman mamanya Marinka jadi bisa dikatakan udah tua tapi semangatnya tak kalah sama anak muda jaman kini. Sekilas tentang Mak Imah nama aslinya Fatimah Binti Sabeni anak betawi asli, umur 70an, kulit udah kayak krupuk kulit alias kisut semua yah 11-12 sama Mpok Norilah. 
''Kan lo udah 3x puasa 3x lebaran dak pulang-pulang kayak Bang Toyib hihihihihihih.'' Mak Imah tertawa seperti kuntilanak yang membuat bulu kuduk Bang Toyib merinding. 
''Yah Mak itu kan masa lalu Mak, eh masak apa Mak ? Udah lapar nih.'' tanya Bang Toyib Sambil menepuk-nepuk perutnya. 
''Ini tadi pagi non Marinka minta dibikinin sop ama perkedel kentang, eh To lo tolong pisahin sayurnya yah ! Gwe kebelet pipis nih.'' kata Mak Imah, memang sayur sama nasi dibagi 2 disini yang 1 buat majikan yang 1 lagi yang agak dikit buat pembantu. Di rumah itu pembantu hanya Mak Imah dan Bang Toyib saja. 
''Ok deh Mak.'' kata Bang Toyib sambil hormat layaknya tentara. Mak imah langsung berlari menuju kamar mandi yang ada di belakang, melihat ada kesempatan Bang Toyib langsung menambahkan garam dari Mbah Samijan ke dalam sayur sop tersebut. 
#################################
Di dalam rumah Marinka tengah bersantai di ruang tamu saat bel pintu berbunyi tanda ada tamu yang datang. ''Ting....Tong.'' 
''Iya, siapa yah ?'' kata Marinka sambil memencet tombol interkom. 
''Ni gwe Mar, Farah gwr mau ngungsi dulu di rumah lo.'' kata sang tamu diseberang interkom. Marinka pun lantas keluar untuk membuka pagar rumahnya dan ternyata dari balik pagar tersebut terdapat sosok wanita tinggi, berkulit sawo matang, berdada montok, dan mempunyai senyum yang menawan. 
''Eh lo Far, gwe kirain sapa malam-malam namu.'' kata Marinka sambil mengecup pipi kanan dan kiri tamunya itu yang sama-sama seorang Chef yaitu Farrah Quinn. 
''Sorry deh Mar malam-malam namu, abis di rumah bete gwe.'' kata Farrah. 
''Bete napa ? Eh ayo masuk dulu.'' kata Marinka sambil mempersilahkan Farrah masuk dan tak lupa mengunci kembali pagarnya. Di dalam mereka duduk disofa yang ada di ruang tamu, ruang tamu rumah tersebut ditata secara minimalis hanya ada karpet, sofa berwarna coklat dan meja kaca saja. 
''Duduk dulu far !'' kata Marinka setelah menutup pintu. 
''Makasih Mar.'' kata Farrah sambil mendaratkan pantat bulatnya diatas sofa empuk. 
''Eh tadi lo bilang lo ngungsi, mang napa kok ampe ngungsi segala ?'' kata Marinka sambil duduk disamping Farrah. 
''Itu biasa laki gwe Mar, masa udah 2 bulan gwe dianggurin.'' kata Farrah agak emosi. 
''Weh 2 bulan, lumutan gak tuh onderdil lo ? Hahahahaha.'' kata Marinka sambil tertawa lebar. 
''Ah lo ngejek aja bukannya menghibur huh.'' kata Farrah agak jengkel, belum juga Marinka menjawab Bi Imah datang memberitahukan bahwa makan malam sudah siap. 
''Yuk Far ikut makan ! Kamu pasti belum makan kan ?'' kata Marinka. 
''Asik !! Nah gitu donk Mar sekali-kali diajak makan napa ? Hahahaha.'' kata Farrah sambil tertawa reyah. 
''Iya tapi jangan sering-sering ntar tekor gwe kan lo kalo makan dak ukuran, pasti gizinya masuk ke toket lo hahahahah.'' kata Marinka tak mau kalah. 
''Ah lo ngejek gwe, lo ndiri tuh lihat proporsi badan ma toket lo dak seimbang tuh. Badan imut-imut tapi toketnya amit-amit.'' kat Farrah sambil melangkah menuju ruang makan. 
''Kok amit-amit sih ?'' Marinka penasaran sambil mengikuti Farrah ke ruang makan. 
''Iya amit-amit pengen remes hihihihi.'' kata Farrah sambil berlari. 
''Ih Farrah !!!!'' kata Marinka sambil mengejar Farrah. Saat tiba di meja makan disana sudah tersedia berbagai macam masakan termasuk sop yang tadi diberi garam pelet oleh Bang Toyib. 
''Mar kok sopnya agak keasinan yah ?'' tanya Farrah saat menyuapkan sop ke bibir seksinya. 
''Iyah yah, padahal biasanya enak lho sop buatan Bi Imah.'' kata Marinka sambil ikut merasakan sop ''ajaib'' itu. 
''Yah maklumlah Mar, mungkin pembokat lo kecapekan maklum kan udah tua.'' kata Farrah sambil tetap menyuapkan nasi. 
''Iya yah Far, yah maklum Bi Imah udah ikut aku sejak mama masih kecil.'' kata Marinka membenarkan perkataan Farrah. 
Mereka berdua makan tanpa curiga sedikitpun, didalam dapur tampak Bang Toyib yang juga tengah asik makan. 
''Woi Toyib makan dak ngajak-ngajak, eh mana sop gwe tadi ?'' kata Bi Imah sambil menoyor dahi Bang Toyib. 
''Ah Bi Imah ganggu orang makan aja lha tadi saya cariin Bi Imah dak ada ya udah saya makan duluan aja. Kalau sop pas saya pisahin tadi yang di mangkok kecil kesenggol trus jatuh deh.'' terang Bang Toyib seperti senapan mesin yang tak berhenti, padahal sisa sayur sop tadi dia sembunyikan di lemari dapur paling atas. 
''Yah lo kan udah gwe bilang ati-ati, ya udah dak apa-apa.'' kata Bi Imah sambil mengambil nasi di magicom saat akan mengambil nasi terdengar gelegar halilintar dan disusul dengan hujan yang sangat deras.
################################# 
''Yah Mar kok hujan deras amat sih, gwe nginep disini aja yah please !!!'' kata Farrah sambil melongok keluar dari meja makan. 
''Iyah iya, daripada lo di rumah bete mulu, eh tapi anak lo gimana ? Ntar nyariin lo.'' kata Marinka. 
''Santai ntar gwe telpon babysitternya.'' kata Farrah sambil meminum jus jeruk. 
################################# 
Di dalam kamar Bang Toyib menunggu sang ''garam'' bereaksi namun sudah 2 jam suasana tetap adem ayem saja. 
''Ah sialan si Ujang ngasih alamat dukun palsu, ilang deh 2juta tabungan gwe.'' gerutu Bang Toyib yang merasa ditipu oleh sang dukun. 
''Sialan...sialan...sialan, ditipu...diptipu...ditipu.'' Bang Toyib nyanyi niru alamat palsunya Ayu Tingting dak jelas. Karena kelamaan nunggu akhirnya Bang Toyib jatuh tertidur setelah coli tapi dak bisa ngecrot juga mungkin gara-gara mengharapkan ramuan sang dukun bekerja sehingga dia tertidur dengan posisi celana yang melorot sampai dengkul. 
############################ 
Disaat yang sama di kamar Marinka terlihat sang chef tidak tenang tidurnya, entah kenapa malam itu suasana malam itu panas sehingga Marinka hanya mengenakan lingerie tipis model daster warna putih dengan renda bunga warna biru sehingga nampak dada montoknya dibalut oleh bra warna hitam yang sepertinya kekecilan sehingga dadanya seperti hendak keluar dari penampungnya tersebut, sedangkan di bagian bawah terdapat segitiga keramat warna hitam senada dengan bra yang dikenakannya. 
''Uh kok malam ini gwe horny banget sih ? Mana panas lagi padahal AC udah paling kenceng.'' gerutu Marinka sambil mengibas-ngibaskan leher bajunya karena kegerahan. 
''Minum aja ah, sapa tahu bisa agak mendingan.'' kata Marinka sambil beranjak dari tempat tidurnya menuju dapur untuk mengambil air di kulkas. Tetapi entah kenapa saat didapur dia melihat kamar Bang Toyib yang agak terbuka dan entah apa yang merasukinya dia mengintip lewat celah pintu yang sedikit terbuka tersebut. 
''Bang Toto udah tidur belum yah ? Kok pintunya kebuka sih.'' kata Marinka penasaran sambil melangkah menuju kamar Bang Toyib. 
Dan saat itulah dia melihat ''ular'' Bang Toyib yang ter''expose'' dengan gagahnya, Marinka diam tanpa suara yang ada hanya suara nafasnya yang semakin lama semakin berat. Entah apa yang merasukinya saat berada pas didepan pintu kamar Bang Toyib dia menggesek-gesekkan tubuhnya dibingkai pintu kamar sambil mendesis-desis seperti orang kepedasan. Semakin lama dia menatap burung Bang Toyib semakin berkobarlah nafsu birahi yang merambat ke daerah kewanitaannya sehingga menimbulkan rasa gatal yang tak terkira. 
''Sshhhhs...uuuhhhhmmm....sssshhh.'' suara Marinka yang sedang bergerak naik turun menggesek-gesekkan tubuh mungilnya di bingkai pintu supirnya itu. Sementara itu Bang Toyib yang tengah tertidur merasa terganggu dengan suara desissan itu sehingga mulai terbangun dari tidurnya, perlahan-lahan matanya mulai terbuka sehingga terpampanglah pemandangan erotis sang majikan yang tengah meliuk-liukkan tubuh indahnya. 
''Eh non lagi ngapain non ?'' tanya Bang Toyib keheranan, agak lama sampai dia sadar kalau burungnya sedang lepas dari sangkar sehingga cepat-cepat dia menaikkan celananya. Melihat kalau ''barang'' fantasinya kembali ke ''kandangnya'' membuat Marinka sedikit kecewa. 
''Eh ini bang, saya dak bisa tidur abis panas banget malam ini, hhhhmmm... Kok burungnya dimasukin sih bang ?'' tanpa sadar pertanyaan konyol itu keluar sendirinya dari bibir Marinka tanpa dia sadari. 
''Abis malu non, masa panas sih non ? Disini adem kok.'' kata Bang Toyib sambil memandang tubuh montok majikannya itu. 
''Iya ya kok disini adem, Bang boleh dak saya tidur disini malam ini ?'' kata Marinka sambil melangkah maju dan duduk di tepi ranjang Bang Toyib yang agak reyot. 
''Lha ntar saya tidur dimana non ?'' kata Bang Toyib kebingungan karena didekati majikannya yang seksi itu. 
''Yah disini aja bang, nemenin saya kan takut bang tidur sendirian.'' kata Marinka yang mulai mendekati sang sopir. Melihat keanehan sang majikan tersebut Bang Toyib mulai paham kalau ramuan garam sang dukun telah bekerja. 
''Ayo deh non sini Abang temenin.'' kata Bang Toyib sambil cengengesan mesum kayak yang nulis nih cerita. Marinka mulai tiduran berhadap-hadapan dengan Bang Toyib dipandangnya dalam-dalam muka sopirnya itu yang kayak cecurut itu baik-baik, semakin dilihat maka semakin gatal rasa mekinya. 
''Non, non cantik deh malam ini.'' rayu Bang Toyib sambil matanya menatap tanpa berkedip sedetikpun dari gundukan kembar yang ada di dada sang majikan yang terlihat naik turun dengan cepat. 
''Ah Abang bisa aja.'' jawab Marinka sambil wajahnya memerah menahan nafsu, tanpa dia sadari tubuhnya mulai merapat ketubuh Bang Toyib dan memeluk tubuh sang sopir sambil menggesek-gesekkan selangkangannya dipaha sang sopir. 
''Non kok main peluk aja, dingin yah non hehehehe.'' goda Bang Toyib yang mulai mupeng membayangkan kalau sebentar lagi dia akan mendapatkan tubuh molek majikannya itu. 
''Huuh Bang.'' jawab Marinka singkat sambil mendekatkan tubuh mungil tapi montoknya itu ke Bang Toyib. Entah siapa yang memulai bibir keduanya bertemu saling hisap sambil saling membelitkan lidahnya masing, sudah hampir 10 menit mereka berciuman dengan panas sehingga selama itu pula yang terdengar di kamar itu hanya suara desahan dan suara kecipak akibat ciuman yang penuh nafsu itu. 
''Mmmhhhh...ah...uhhhmmmm.'' desah Marinka tatkala lidah Bang Toyib membelit dengan mesra lidahnya. Merasa sudah menaklukkan sang majikan, Bang Toyib langsung melancarkan serangan-serangannya ke arah dada sang majikan. Dengan tak sabaran dia langsung melucuti lingerie tipis yang masih membungkus mesra tubuh majikannya itu sehingga terlihatlah tubuh putih mulus bak pualam milik Marinka, tangan Bang Toyib dengan lincah langsung meremas dengan gemas gundukan putih di dada Marinka dengan gemas walau masih terbungkus oleh bra warna hitam tapi terasa sangat kenyal dan hangat sehingga membangunkan konti Bang Toyib yang tadinya layu menjadi tegak perkasa. 
''Wow besar amat Bang, pasti enek kalau disodok ke....'' kata Marinka sambil mengelus-elus konti Bang Toyib yang sudah tegang. 
''Disodok kemana Non ?'' kata Bang Toyib menggoda Marinka sambil tangan kirinya mengelus-elus paha mulus majikannya itu sampai pada pangkal pahanya, walau terhalang segitiga ''keramat'' tapi sentuhan-sentuhan jemari Bang Toyib di lubang meki Marinka cukup membuat sang chef kelojotan menahan birahinya. 
''Ah......yah....bang yang situ bang...uuuggghh.'' desah Marinka yang nafsunya mulai membara, karena merasa sudah tak kuat lagi menahan nafsunya Marinka langsung menindih tubuh Bang Toyib dan dengan kasar dia langsung membuka celana Bang Toyib sekaligus celana dalamnya. 
''Wah sabar non sabar.'' kata Bang Toyib yang ketakutan melihat majikannya yang seperti kesetanan, tanpa menghiraukan kata-kata sopirnya Marinka langsung melahap burung Bang Toyib seperti kesetanan. Mendapat serangan tiba-tiba itu Bang Toyib hanya mendesis merasakan lidah majikannya melingkar di batang kontinya. 
''Ssshhhh... Yahhh....trus non Ohhhhh....Sssshhh.'' kata Bang Toyib sambil menjambak rambut Marinka menahan nikmat yang diberikan sang majikan. Tak mau kalah Bang Toyib ikut menelanjangi Marinka dimulai dengan bra hitamnya, dengan penuh nafsu dibukanya bra tersebut sehingga terbebaslah gunung kembar Marinka yang bulat dan besar itu lengkap dengan puting warna pink yang menggoda. 
Tak tahan oleh dada Marinka yang mental-mentul karena kegiatan menghisap konti Bang Toyib, dengan penuh nafsu Bang Toyib langsung meremas tonjolan di dada itu dengan nafsu sambil memainkan puting pinknya. Mendapat serangan mendadak tersebut Marinka langsung menghentikan kegiatan menghisap konti untuk meresapi rangsangan yang ada di dadanya tersebut, sambil medesah-desah Marinka ikut menggosok-gosok mekinya menggantikan tangan kiri Bang Toyib yang ikut bergabung dengan sang tangan kanan ikut memerah susu Marinka. 
''Ssshhhh....aaahhhhh....sudah Bang...sudah.'' kata Marinka sambil mendorong kepala Bang Toyib yang tengah mencium leher putihnya sehingga meninggalkan jejak kemerahan. Tanpa memberi kesempatan Bang Toyib untuk protes Marinka langsung berdiri diatas batang konti Bang Toyib yang tegak menantang, dengan gerakan yang erotis Marinka meliuk-liukan tubuhnya bagaikan seorang stripper menggoda Bang Toyib yang hanya bisa menelan ludahnya melihat sang Majikan yang tengah bergoyang erotis.
Dengan perlahan Marinka memegang celana dalam hitamnya dan dengan gerakan lambat dia mulai menurunkan celana dalamnya sedangkan Bang Toyib hanya bisa melotot saat bulu kemaluan Marinka mulai terlihat dan mulutnya menganga lebar saat Marinka sudah menanggalkan penutup tubuhnya yang terakhir itu untung tidak ada lalat yang masuk, Marinka hanya tertawa kecil saat melihat supirnya itu melongo seperti kerbau yang ada di sawah. 
''Udah dong Bang jangan dilihat trus.'' kata Marinka malu-malu sambil menutupi mekinya dengan tangannya. 
''Ah non pake ditutup segala, ayo donk non udah gak kuat Abang.'' kata Bang Toyib sambil berusaha membuka tangan Marinka untuk melihat gundukan daging yang selalu ada diangannya itu. 
''Wah tembem amat non, pasti enak kalo burung abang dimasukin kesitu hehehehe.'' Bang Toyib tertawa menampakkan 2 lubang akibat giginya yang hilang gara-gara dihajar massa. 
''Udah ah bang daritadi digoda mulu, ayo mau dimasukin kagak nih.'' kata Marinka sambil cemberut. 
''Ya dimasukin donk non, udah konak banget nih abang.'' kata Bang Toyib sambil melotot melihat dada Marinka yang tidak tertutupi apa-apa lagi. Dan dengan perlahan Marinka mulai menurunkan pinggulnya setelah memastikan kalau arah konti Bang Toyib sudah pas menuju mekinya. 
''Uhhsssttt.....gede...amaaattt...aaaahhh.'' kata Marinka saat secara perlahan konti Bang Toyib hilang ditelan mekinya. 
''OOOHhhhhhh.....peret....ssshhhh.'' desah Bang Toyib meresapi nikmat saat batang kontinya amblas ditelan secara sempurna oleh meki sang majikan. Setelah mendiamkannya selama 1 menit Marinka mulai menaik turunkan badannya diatas konti Bang Toyib yang sudah tertancap dengan sempurna di mekinya itu, gesekkan demi gesekkan makin membangkitkan hasrat Marinka yang mulai mendesah-desah tak karuan menikmati persetubuhan ini. 
''Ahhhh....ssshhhh...hhhuummmffhhh.'' desah Marinka yang makin lama makin mempercepat gerakan naik-turunnya itu. 
''Gila ternyata gini yah rasanya meki orang keturunan becek tapi menggigit enak banget, ternyata benar kata si Ujang kalo orang keturunan mekinya sedepnya dak karuan.'' kata Bang Toyib dalam hati. 
''Ahhhh...ssshhhh.....AAAAKKKKHHHH.'' Marinka berteriak cukup keras saat mendapat orgasme pertamanya. Dari dalam mekinya Bang Toyib merasa kalau kontinya disiram oleh cairan hangat sekaligus dihisap dengan kuat, di kamar itu tak ada suara kecuali suara nafas yang terdengar berat dan bersahut-sahutan. Tiba-tiba dari pintu muncul Farrah dengan gaun tidur warna ungu sepaha dengan potongan dada yang rendah sehingga menampilkan dadanya yang montok dan sepasang paha yang mulus dengan warna kulit yang eksotis sangat serasi menambah aura seksi yang keluar darinya. 
''Wah wah, Mar lo tega amat ama gwe dapat yang enak-enak dak bagi-bagi.'' ledek Farrah sambil masuk ke kamar tersebut. 
''Eh Farrah, lo belum tidur ?'' kata Marinka sambil menengok ke arah suara yang mengagetkannya tadi. 
''Abis tadi panas banget jadi gwe mau minum, eh dak tahunya ada suara yang mencurigakan gwe kira maling. Eh tak tahunya lo lagi enak-enakan, bagi dikit napa Mar ?'' kata Farrah sambil bersandar disamping pintu dengan melipat tangan di dadanya yang montok nan sekel. 
''Eh iya, kenalin Far ini sopir aku namanya Bang Toto.'' kata Marinka sambil berguling kesamping yang secara otomatis membuat lepas konti bang Toyib yang sedari tadi bersemayam di meki Marinka, konti itu terlihat mengkilat akibat cairan orgasme Marinka tadi. 
''Wow gede juga punya supir lo Mar, gwe pinjam bentar yah.'' kata Farrah saat melihat konti Bang Toyib yang tegak mengacung sambil berjalan menuju ke arahnya. Saat konti tersebut sudah ada di depan mukanya dia amati konti Bang Toyib dengan seksama sambil mengocoknya pelan. 
''Ssshhh...ooohhh...trus non enak banget !'' kata Bang Toyib saat merasakan kehalusan tangan Farrah yang melingkar dibatang kontinya. Tanpa memberi peringatan Farrah langsung mengulum konti Bang Toyib dengan ganas sehingga membuat empunya merem melek keenakan. 
''Ohhhh....ssshhhh...Aaaahh..trus non.'' kata Bang Toyib keenakan disepong Farrah apalagi saat Farrah menggelitik lubang kencing Bang Toyib dengan ujung lidahnya. 
''PLOOOOP'' suara konti Bang Toyib yang lepas dari kuluman Farrah. 
''Hhhhmmmm gurih, peju lo enak juga Mar ternyata.'' kata Farrah sambil memainkan lidahnya disekitar konti Bang Toyib. 
''Mau yang lebih enak Bang ?'' goda Farraj sambil tersenyum genit menampakkan senyuman yang menggoda. 
''Mau dong non, masa dikasih yang enak-enak dak mau.'' kata Bang Toyib dengan muka mesum. Dengan cepat Farrah melepas gaun tidurnya sehingga tampak gunung kembarnya polos tanpa tertutupi oleh selembar kain sehingga terlihat putingya yang berwarna coklat yang sudah tegang pertanda si empunya terangsang berat. Dengan cekatan Farrah meletakkan konti Bang Toyib diantara toket montoknya dan mulai menggerakkan toketnya naik turun. 
''Oh enak non enak....ssshhhh....ha...ha...ha.'' kata Bang Toyib yang merasakan tit fuck dari Farrah. 10 menit Farrah melakukan Tit Fuck sampai tiba-tiba Bang Toyib berdiri dan mengangkat Farrah, mungkin karena sudah tak tahan Bang Toyib langsung mencium Farrah dengan ganas sambil memerah susu Farrah yang terkenal montok itu. 
''Mmmhh...mmmggghhhh....hhhhmm.'' suara Farrah terbungkam oleh bibir tebal Bang Toyib. Tak lupa tangan Bang Toyib yang langsung menyerbu daerah pantat Farrah sehingga menambah getaran nafsu Farrah. 
''Ayo non, Abang udah dak tahan nih.'' kata Bang Toyib yang membaringkan Farrah disamping Marinka yang tengah mengamati 2 orang manusia yang tengah terbuai nafsu setan dari tadi. Dengan cekatan Bang Toyib melepas celana dalam putih dengan renda bunga milik Farrah sehingga terpampanglah belahan meki Farrah yang berwarna coklat yang dikelilingi oleh rambut halus yang dicukur rapi membentuk segitiga mengarah kebawah. 
''Wah non Farrah, seksi lho kalo gini gak kalah deh ama miyabi hakakakaka.'' tawa Bang Toyib meledak saat melihat tubuh polos Farrah Quin yang selama ini jadi fantasinya. 
''Ayo donk Bang, masa cuma dilihatin aja ntar Farrah tutup nih.'' goda Farrah sambil menutupi dada dan mekinya dengan tangannya. 
''Jangan donk non, hehehehe'' kata Bang Toyib yang langsung membuka paha Farrah dan langsung menjilati mekinya dengan nafsu, tak lupa dia menjilati daging kecil sebesar kacang sehingga membuat Farrah semakin mengerang penuh nafsu. 
''ohhhhh....sssshhhh....yah..disitu....ahhhh..mmmh hhh.'' desah Farrah terbungkam oleh Marinka yang menyumpal mulut Farrah dengan mekinya sehingga mau tak mau Farrah harus menjilati meki Marinka. Sehingga di hawa kamar tersebut semakin panas oleh nafsu mereka bertiga. Merasa sudah cukup cairan yang keluar dari meki Farrah maka Bang Toyib langsung mencoblosnya tanpa peringatan sehingga membuat Farrah melonjak kaget sehingga mendorong pantat Marinka, alhasil Marinka terdorong menuju Bang Toyib yang tengah menggenjot Farrah. 
''Bruuuk...Aduh....Awwww.'' teriak Marinka dan Bang Toyib hampir bersamaan saat terjatuh dari ranjang dengan posisi sama-sama menyamping. 
''Aduh sorry Mar, abis si Abang maun tusuk aja kan gwe kaget.'' kata Farrah sambil melihat sahabatnya itu. 
''Ah lo, sakit nih.'' kata Marinka yang mencoba berdiri sambil mengelus-elus pinggangnya. 
''Abis saya kira non Farrah udah siap, ya udah saya genjot aja.'' kata Bang Toyib sambil membantu Marinka berdiri. 
''Bilang-bilang dong main tusuk aja, eh Mar sini deh.'' kata Farrah sambil berbisik sesuatu pada Marinka, tak lama mereka berdua cekikikan sambil melihat Bang Toyib yang bengong melihat 2 wanita cantik tanpa busana. 
''Nah ayo bang silahkan dipilih mau yang mana hihihihi.'' kata Farrah saat Marinka merangkak diatasnya sehingga dihadapan Bang Toyib tersedia 2 meki yang berbeda warna yang 1 dengan paha putih dan belahan meki warna pink yang menggoda, sedangkan yang 1 lagi paha dengan warna eksotis dengan warna meki agak coklat. 
''Wah wah wah, mimpi apa gwe semalem dapat 2 cewek seksi kayak gini.'' kata Bang Toyib dalam hati. 
Dengan perlahan Bang Toyib mendekati 2 meki yang bertumpuk itu, sedangkan 2 orang pemiliknya malah sedang asik saling cium dan saling raba. Bang Toyib memutuskan mencicipi meki Farrah Quin lebih dulu karena dia penasaran dengan meki itu sejak tadi, dengan hati-hati dia mendorong kontinya memasuki meki Farrah yang sempit itu. 
''Ohhhh...mantaabbss...aaahhh.'' desah Bang Toyib merasakan nikmatnya meki Farrah. Sedangkan Farrah tidak bisa berbicara banyak sebab mulutnya tertutup oleh bibir Marinka, tak mau nganggur tangan kanan Bang Toyib mulai menggosok-gosok itil Marinka membuat 2 orang wanita itu kian dibakar hawa nafsu.
Merasa bosan Bang Toyib berpindah ke meki Marinka cuma 5 menit ganti lagi ke meki Farrah sampai... 
''Ahhhh...oohhhsss.....yang cepet....bang...yang cepet....aahhhh....AAAAAAAHHHHH.'' desah Marinka saat mencapai orgasme keduanya sehingga membuat tubuh mungiknya kelojotan sampai akhirnya melemah dan ambruk diatas tubuh Farrah. 
''Yah non kok udahan sih ?'' kata Bang Toyib kecewa. 
''Abis Bang Toto kontinya enak banget sih ha...ha....ha...ha.'' kata Marinka dengan nafas ngos-ngosan. 
''Udah Bang, ayo sama saya saja.'' kata Farrah sambil mengocok lembut konti Bang Toyib. 
''Ayo deh non Farrah, non nungging yah.'' pinta Bang Toyib yang langsung dilakukan oleh Farrah, dengan penuh nafsu Bang Toyib menggenjot Farrah dengan kuat sehingga payudara Farrah terpental kesana kemari saking kuatnya genjotan Bang Toyib. 
''Oh...ooohhh....ha...ha...ha...ayo..bang...dikit. ..lagi...AAAAAAKKKHHH.'' teriak Farrah saat orgasme menerjangnya sambil menghentak-hentakkan pantatnya dia melepaskan hasrat yang selama ini terpendam. 
''Bentar Non, Abang juga mau....nyampe...haaa....haaa....haaa.'' kata Bang Toyib sambil tetap menghujamkan kontinya walau Farrah telah lemas tak berdaya hanya mampu merem melek saja. 
''Ahhh....aaahhh..non...Abang...nyampe....AHHHHH.' ' Bang Toyib langsung mencopot kontinya dan menumpahkan air maninya di pantat Farrah sambil meratakannya dengan mengusap-usap kontinya. Bang Toyib tertidur diantara 2 wanita seksi itu yang juga tengah meresapi sisa-sia kenikmatan surga dunia yang baru saja didapatnya tadi hingga mereka bertiga tertidur. Sungguh pemandangan yang aneh seorang pria dengan muka pas-pasan tidur diapit oleh 2 selebriti cantik, bagi Bang Toyib ini adalah mimpi yang jadi kenyataan. 
#################################
Tak terasa jam sudah menunjukkan jam 3 dinihari, didalam kamar tempat pertempuran Bang Toyib dan 2 chef cantik tadi terlihat bayangan orang yang mengendap-endap menuju ranjang tempat Bang Toyib dan 2 korban kontinya tengah terlelap. 
''Ahhhsss...sshhh....non...nanti pagi napa, Abang capek nih.'' kata Bang Toyib setengah sadar saat dia merasakan ada yang mengulum kontinya. Tapi dilihatnya 2 orang korbannya masih tertidur disamping kanan dan kirinya, lantas dia menengok kebawah melihat siapa gerangan yang menservisnya itu. 
''Hihihihi yayang Toyib, ayo donk Aye udah gak tahan Bang.'' kata orang yang tengah mengulum kontinya itu. Ternyat dia adalah Bi Imah yang sedang tersenyum memperlihatkan gigi ompongnya. 
''TTTTTIIIIIIIDDDDAAAAAAAAAKK!!!!!!!!!'' teriak Bang Toyib yang diikuti oleh tawa Bi Imah yang langsung menutup pintu kamar 
TAMAT!!!!!!
07.51 | 0 komentar